Netral English Netral Mandarin
10:59wib
Pemerintah akan mengubah tata laksana penggunaan obat untuk para pasien Covid-19 guna mengantisipasi virus corona varian Delta berdasarkan usulan lima organisasi profesi kedokteran. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di sejumlah wilayah kabupaten/kota tertentu mulai 3 hingga 9 Agustus 2021.
Banjir Bandang Terjang Nepal, 11 Orang Tewas, 25 Orang Dilaporkan Hilang

Jumat, 18-Juni-2021 18:07

Kota Melamchi di Distrik Sindhupalchowk, timur laut Kathmandu, dilanda banjir bandang.
Foto : Kathmandu Post
Kota Melamchi di Distrik Sindhupalchowk, timur laut Kathmandu, dilanda banjir bandang.
5

KATHMANDU, NETRALNEWS.COM - Bencana tanah longsor dan banjir bandang yang dipicu hujan lebat di Nepal pekan ini menewaskan 11 orang termasuk satu pekerja India dan dua pekerja China di sebuah proyek pembangunan, sementara 25 orang hilang dilaporkan hilang, kata pejabat setempat pada Jumat (18/6/2021). 

Mayat ketiga pekerja itu ditemukan di dekat Kota Melamchi di Distrik Sindhupalchowk, timur laut Kathmandu, yang dilanda banjir bandang pada Rabu (16/6). Bencana itu juga memaksa banyak orang meninggalkan rumah mereka, kata administrator distrik dalam sebuah pernyataan.

"Warga negara asing itu bekerja untuk sebuah perusahaan China yang sedang membangun proyek air minum," kata pejabat distrik Baburam Khanal kepada Reuters.

Kementerian Dalam Negeri Nepal mengatakan pada Kamis malam (17/6) bahwa 25 orang hilang dalam banjir di Sindhupalchowk, sebuah distrik pegunungan yang berbatasan dengan wilayah Tibet di China, dan bagian lain negara itu.

 

Hujan monsun, yang biasanya dimulai pada Juni dan berlangsung hingga September, membunuh ratusan orang di sebagian besar pegunungan Nepal setiap tahun.

Hujan deras sejak Selasa (15/6) telah merusak jalan, menghancurkan jembatan, menghanyutkan peternakan ikan dan ternak, serta menghancurkan rumah-rumah.

Ratusan orang terpaksa pindah ke tempat penampungan masyarakat, termasuk sekolah, gudang dan tenda, kata pihak berwenang.

Badan-badan bantuan mengatakan krisis tahun ini dapat menambah kesengsaraan sosial dan ekonomi negara yang terpukul keras oleh COVID-19. Nepal termasuk negara yang telah melaporkan di tingkat kepositifan tes virus corona tertinggi di dunia.

"Mereka yang kehilangan rumah tidur di pusat komunitas," kata John Jordan dari badan amal World Neighbors yang berbasis di Amerika Serikat.

Kepadatan yang dipaksakan akibat bencana itu meningkatkan risiko bagi komunitas yang telah pulih dari COVID-19.

Reporter : Antara
Editor : Sesmawati