Netral English Netral Mandarin
21:27wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Lonjakan Covid-19 di Tanah Air Menggila, Vietnam Pulangkan Warganya dari Indonesia

Jumat, 16-Juli-2021 15:30

Kasus Positif Covid-19 di Tanah Air Meninggi
Foto : Istimewa
Kasus Positif Covid-19 di Tanah Air Meninggi
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kasus lonjakan positif Covid-19 di Tanah Air meninggi. Kondisi ini membuat Vietnam menarik pulang warganya dari Indonesia.

Sebelumnya Pemerintah Uni Emirat Arab menangguhkan semua penerbangan dari Indonesia, Jepang menarik pulang warganya dari Indonesia, Amerika melarang warganya untuk berkunjung ke Indonesia.

Begitu juga Filipina yang melarang siapapun yang datang dari Indonesia memasuki negaranya.

Kedutaan Besar (Kedubes) Vietnam di Jakarta berencana memulangkan warganya dari Indonesia dengan pesawat.

"Kedubes Vietnam di Indonesia telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan sejumlah penerbangan dengan tujuan membawa pulang warga negara Vietnam yang memiliki status prioritas di Indonesia," demikian disampaikan Kedubes Vietnam seperti dikutip dari laman Kedubes tersebut, Jumat (16/7/2021).

Kedubes mengimbau warganya yang ingin meninggalkan Indonesia untuk segera mengisi formulir yang tertera di laman tersebut paling lambat 23 Juli 2021.

"Hanya warga negara dalam kategori prioritas dan memiliki kebutuhan yang nyata untuk pulang ke negara asal yang dapat mendaftar dan bertanggung jawab atas isi pendaftaran," imbuh Kedubes.

Tak dijelaskan warga dalam kategori prioritas yang seperti apa, namun Kedubes mengingatkan bahwa setiap warga prioritas hanya boleh mendaftar satu kali.

Seperti diketahui, sejak menjelang akhir Juni 2021 lalu Indonesia memasuki gelombang kedua Covid-19 karena angka penularan harian dan dalam sepekan telah melampaui puncak gelombang pertama pada Januari 2021.

Pemerintah lalu mengganti penerapan PPKM Mikro dengan PPKM Darurat, namun angka penularan malah semakin tinggi.

Pada Kamis kemarin, jumlah orang terkonfirmasi positif Corona bahkan kembali mencetak rekor baru karena mencapai 56.757 orang, sehingga total kasus Corona di Indonesia sejak Maret 2020 menjadi 2.726.803 kasus.

Banyak kalangan meyakini kalau gelombang kedua yang dipicu penyebaran Varian Delta ini diakibatkan kebijakan pemerintah yang mengizinkan warga negara India memasuki Indonesia saat India sedang dilanda tsunami Corona akibat penyebaran Varian Delta pada April-Mei 2021 lalu.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani