Netral English Netral Mandarin
12:01wib
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi tentang peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia untuk Minggu 1 Agustus 2021. Seluruh gerai Giant di Indonesia resmi tidak lagi beroperasi di Indonesia mulai hari ini, Minggu (1/8/2021).
Lonjakan Covid-19, DKI Terapkan 75 Persen WFH Bagi Perkantoran di Zona Merah

Sabtu, 19-Juni-2021 08:30

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Foto : Istimewa
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Lonjakan Kasus Covid-19 di Jakarta, kembali membuat Pemprov DKI menerapkan aturan 75 persen pegawai kantoran Work Form Home (WFH). Pengetatan ini kembali diberlakukan, setelah sebelumnya hanya 50 persen WFH.

Penerapan berlaku bagi perkantoran atau tempat kerja yang berada di zona merah Covid-19. 

Kebijakan ini tercantum dalam Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 759/2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro yang ditetapkan Anies pada Senin, (14/6/2021).

Adapun regulasi itu berlaku selama dua pekan sampai Senin (28/6/2021).

"Perkantoran atau tempat kerja milik swasta, BUMN, BUMD dan pemerintah, melakukan pembatasan zona merah work from home (WFH) sebesar 75 persen, dan work from office (WFO) sebesar 25 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Jumat (18/6/2021).

Sementara untuk perkantoran atau tempat kerja yang berada di zona kuning dan zona oranye, tetap memberlakukan 50 persen WFH dan 50 persen WFO.

Tentunya dengan kewajiban mematuhi protokol kesehatan, seperti wajib memakai masker dan menghindari kerumunan.

Namun demikian, kebijakan itu tidak berlaku bagi perusahaan yang bergerak di sektor esensial.

Rinciannya, perusahaan di bidang energi, komunikasi, teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, inddustri, pelayanan dasar, utilitas publik dan objek vital nasional, hingga tempat kebutuhan pokok masyarakat.

"Beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional, kapasitas dan dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat," ujarnya.

Pemprov DKI Jakarta meminta masyarakat untuk tidak menyepelekan Pandemi Covid-19. Pasalnya, penderita Covid-19 dalam sehari pada Kamis (17/6/2021) bertambah hingga 4.000 orang.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani