Netral English Netral Mandarin
20:19wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
Lubang Kubur Suami-Istri Bomber Gereja Katedral Makassar Tergenang Air, Netizen: Bumi pun Tidak Mau Menerimanya

Selasa, 30-Maret-2021 08:30

Pemakaman suami-istri bomber Gereja Kaedral Makassar
Foto : Pojok Satu
Pemakaman suami-istri bomber Gereja Kaedral Makassar
49

MAKASSAR, NETRALNEWS.COM - Pemakaman suami istri pelaku pembom Gereja Katedral Makassar dilakukan Senin malam (29/3) pukul 18.30 WITA. Kuburannya sempat tergenang air karena hujan turun sekitar 30 menit.

Jenazah Lukman (L) dan istrinya Yogi Sahfitri Fortuna (YSF) yang merupakan pelaku bomber Gereja Katedral Makassar, dilaksanakan di Pemakaman Umum di Kabupaten Maros, Sulsel.

Kedalaman air di liang lahat terlihat melebihi mata kaki, namun para petugas pemakaman tetap memakamkan keduanya di sebelah makam ayah Lukman di Pemakaman Umum Kampung Data, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Baru, Kabupaten Maros.

Pada proses pemakman ini sempat diwarnai isak tangis dari sejumlah keluarga yang hadir. Karena mereka tidak menyangka pelaku Lukman maupun istrinya Yogi Sahfitri Fortuna alias Dewi, terlibat dalam Jaringan Teroris Jemaah Ansharut Daulah (JAD).

Kejadian itu mendapat sorotan banyak warganet. Di akun FB Mak lambe Turah malah ada yang menyebut bumi tak mau menerimanya.

MLT" Waduuuh................"

Ali Nursea: “Bumi pun tidak mau menerimanya.”.

Rahmat Santosa: “Lo bukannya masuk surga ya.  lh kok masuk kuburan.”

Diberitakan sebelumnya, kedua jenazah itu dibawa menggunakan dua ambulans milik Rumah Sakit Bhayangkara Makassar dengan pengawalan ketat aparat bersenjata lengkap, Senin (29/3/2021) malam.

Kedua pelaku diketahui bernama Lukman dan Yogi Shafitri Fortuna. Proses pemakaman yang dimulai tepat saat petang itu juga dihadiri oleh ibu pelaku dan sejumlah keluarganya.

Dengan menggunakan dua peti, mereka dimakamkan di satu lubang besar tepat di sisi makam orang tua Lukman. Sejak kecil, pelaku atas nama Lukman sudah ikut dengan ibunya tinggal di Makassar saat bapaknya meninggal dunia pada 2000 dan dimakamkan di kampung itu.

“Jadi informasi warga ini adalah kampung orang tuanya. Tidak tinggal di sini. Sejak kecil sudah tinggal di Makassar bersama ibunya,” kata Kabagops Polres Maros Kompol Muh Jazardi, Senin.

“Proses pemakamannya berlangsung aman. Yang terlibat itu dari Brimob Polda Sulsel, Satsabhara Polres Maros dan dari Polsek. Ada juga tadi Pak Camat dan Pak Danramil,” katanya lagi.

Lukman bersama Yogi baru menikah sekitar 7-8 lalu. Sebelum menikah, Lukman bekerja di salah satu vendor pengisian uang mesin ATM di Makassar. Istrinya sendiri diketahui aktif ikut dalam pengajian di rumah tersangka teroris yang mati tertembak di Villa Mutiara Cluster Biru, Makassar.

“Lahirnya juga di Makassar, tapi sempat tinggal sama Bapaknya di sini. Nah pas bapaknya meninggal, dia masih kecil itu di bawa sama ibunya ke Makassar. Nah, pas itu kita tidak tahu lagi,” kata ketua RW setempat, Muzakkar.

Mendengar pelaku aksi bomber di Gereja Katedral Makassar ternyata masih kerabatnya, Muzakkar mengaku kaget dan tidak percaya. Namun, setelah banyak polisi yang datang, ia pun akhirnya percaya.

“Yah awalnya saya kaget waktu dengan informasinya begitu. Nah, pas banyak polisi yang datang dan sampaikan ke saya begitu. Barulah saya percaya. Yah mudah-mudahan diterima di sisi Allah,” ujarnya dinukil Pojoksatu.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto