Netral English Netral Mandarin
21:28wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Luhut vs Haris-Fatia, Pakar: Biar Hukum yang Menyelesaikan

Minggu, 26-September-2021 23:13

Pakar Hukum Pidana Suparji Ahmad
Foto : Istimewa
Pakar Hukum Pidana Suparji Ahmad
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad mengatakan, langkah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang melaporkan Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti ke Polda Metro Jaya, merupakan hak individu yang mesti dihormati.

"Soal pengaduan sebenarnya tidak ada masalah secara hukum, karena itu memang hak konstitusional setiap warga negara. Pelaporan ini hanya pada masalah etis dan tidak," kata Suparji dalam keterangan pers, Sabtu (25/9/2021).

Sebelum Luhut mempolisikan Haris dan Fatia, lanjut Suparji, beredar kabar bahwa sudah ada upaya restorative justice dari dua belah pihak. Dari Luhut sudah mensomasi, sedangkan dari Haris mengatakan sudah mengajak untuk klarifikasi.

"Namun sepertinya dua pihak memiliki argumen yang sama-sama kuat sehingga tidak menemukan titik temu. Akhirnya Pak Luhut memilih jalur hukum," ujarnya.

Nantinya, Suparji berharap hukum bisa membuktikan mana yang benar dan salah. Ia berharap, tak ada intervensi kekuasaan dalam upaya penegakan hukum.

"Hukum harus berdiri sendiri dan memihak pada yang benar. Tidak boleh ada campur tangan kekuasaan, meski pelapor merupakan pejabat pemerintahan," jelasnya.

Maka, ia menekankan pentingnya netralitas Polri dalam menyikapi laporan Luhut. "Kita semua sama di depan hukum. Tak peduli apakah pejabat atau rakyat biasa," pungkasnya.

Seperti diberitakan, Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan pendiri Lokataru Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti ke Polda Metro Jaya pada Rabu (22/9/20211).

Haris dan Fatia dilaporkan atas kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah penyebaran berita bohong atau hoaks.

Luhut mempolisikan Haris dan Fatia karena merasa difitnah terlibat dalam bisnis tambang emas di Blok Wabu, Intan Jaya, Papua. Luhut menempuh jalur hukum setelah dua kali melayangkan somasi.

Laporan itu terkait unggahan konten video di kanal YouTube milik Haris Azhar berjudul 'berjudul 'Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-OPS Militer Intan Jaya

'.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati