Netral English Netral Mandarin
01:10wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Mahfud Sebut Kasus Penyerangan Masjid Ahmadiyah Sensitif, FH: Sensitif bagi yang Berharap Diajak Anies

Minggu, 05-September-2021 14:45

Ferdinand Hutahaean
Foto : Istimewa
Ferdinand Hutahaean
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD merespons tegas kasus penyerangan Masjid Ahmadiyah di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar).

Mahfud mengatakan bahwa Kapolda dan Gubernur Kalbar sudah menangani masalah ini dan segera diselesaikan secara hukum sehingga semua pihak diharapkan bisa menahan diri dan tidak terprovokasi.

"Ini masalah sensitif, semuanya harus menahan diri. Kita hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia dimana hak-hak asasi manusia dilindungi oleh negara," kata Mahfud, Jumat (3/9/2021).

Terkait hal itu mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaen ikut mengomentari dan mengatakan masalah itu akan sensitif  bagi yang berharap diajak Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

"Sensitif bagi yg berharap diajak Anies," tulis Ferdinanddi akun Twitternya Minggu (5/9/2021).

Reporter : Sesmawati
Editor : Sulha Handayani