Netral English Netral Mandarin
04:42wib
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memprediksi, puncak gelombang Covid-19 varian Omicron akan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret 202. Pemerintah mengakui kasus Covid-19 di Indonesia terus mengalami lonjakan akibat transmisi lokal varian Omicron dalam sepekan terakhir.
Maia Estianty Pernah Alami Pelecehan Seksual saat SD, Mulut Disedot-sedot Tukang Kebun

Rabu, 08-December-2021 10:00

Musisi  Maia Estianty
Foto : Istimewa
Musisi Maia Estianty
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Musisi Ternama, Maia Estianty ungkap pengalaman tidak mengenakan saat masa kecilnya. Maia rupanya pernah alami pelecehan seksual saat masih duduk di bangku kelas 2 SD, yakni dicium oleh tukang kebun. 

Tidak heran, hal itu menjadi pengalaman paling buruk yang Maia ingat sampai saat ini. Bersyukurnya, Maia tidak trauma dengan kejadian tersebut, tetapi dirinya selalu ingat pernah menjadi korban pelecehan seksual. 

“Pernah dapat pelecehan seksual saat kelas 2 SD. Dicium sama tukang kebun,” ujar Maia, dikutip dari perbincangannya di Youtube Nikita Willy, Rabu (8/12/2021). 

Maia tidak tahu pasti mengapa dirinya tidak trauma, dia menduga karena saat itu masih sangat kecil. Dia juga tidak megerti cium dan tidak memahami maksud si tukang kebun menyedot mulutnya. 

“Aku nggak ngerti ini orang ngapain sih sedot-sedot mulut aku? Ini orang ngapain? Bloon. Tapi ternyata itu pelecehan. Sama tukang kebun om. Itu teringat, tapi nggak buat aku traumatik,” ujar Mantan Istri Musisi Ahmad Dhani itu. 

Jadi korban pelecehan seksual, Maia mewanti-wanti kakaknya yang memiliki anak perempuan. Maia peringatkan agar kakaknya tidak pernah melepas anak perempuan karena berisiko alami pelecehan seksual yang terduga. “Bisa dipegang, terus diapainlah gitu,” sambung dia. 

Selain ungkap pengalaman yang tidak mengenakan, Maia juga teringat akan kenangan masa kecil yang menyenangkan. Pengalaman itu juga jadi salah satu yang tidak bisa Maia lupakan sampai saat ini. 

“Saat kecil, aku anak kecil yang sangat bahagia. SD sudah ikut marching band. Drumb band lomba sampai nasional dan timnya guyup. Tiap hari latihan, dilatih tuh gila-gilaan. Jadi guyup dan happy,” ujar ibu dari Al, El dan Dul itu. 

Maia teringat, saat itu timnya menjuarai lomba marching band di Surabaya. Timnya kemudian harus berangkat untuk tanding ke Jakarta. Mereka semua naik bis dari Surabaya ke Jakarta dan merasa senang. 

“Dari Surabaya ke Jakarta naik bis. Mungkin kecoanya banyak, tapi happy aja yang penting kompul. Ikut kompetisi, tanding, menang. Itu senang,” kata istri dari Pengusaha Irawan Mussry itu. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati

Berita Terkait

Berita Rekomendasi