Netral English Netral Mandarin
02:47wib
Lebih dari 4.300 orang telah meninggal dunia akibat "jamur hitam" di India yang umumnya menyerang pasien-pasien Covid-19. Gojek, Grab, dan ShopeeFood membantah terlibat dalam seruan aksi demo nasinonal Jokowi End Game yang berlangsung hari ini.
Mandeh, Surga di Balik Tebing

Senin, 26-April-2021 13:20

Kecantikan Mandeh di Pesisir Selatan, Sumbar.
Foto : Jelajah
Kecantikan Mandeh di Pesisir Selatan, Sumbar.
35

PESISIR SELATAN, NETRALNEWS.COM - Tak salah jika kawasan wisata ini dijuluki sebagai Paradise of the south. Bukan sekadar menawarkan terumbu karang yang jauh lebih bagus dibanding Bunaken seperti ikan hias endemik yang tiada duanya di dunia, tetapi juga menyimpan harta karun berupa situs kapal tenggelam milik Belanda, MV Boelongan Nederland.

Kawasan wisata Mandeh di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan yang  berbatasan langsung dengan Kota Padang, Sumatera Barat memang boleh diuji keunggulannya. Kalau Raja Ampat di Papua punya satu spot terkenal yaitu gugusan pulau karang, disini juga tak kalah menariknya.

Gugusan pulau dengan laut yang tenang mengingatkan traveler akan kecantikan Raja Ampat di Timur Indonesia. Terletak 56 kilometer dari Kota Padang, kawasan wisata ini siap menghipnosis Anda dengan kecantikannya. Terlebih saat matahari terbenam (sunset).

Terletak 43 kilometer dari Kota Padang, Mandeh bisa ditempuh dengan jalur darat sekitar 2 jam perjalanan. Jalan mulus dan berkelok ditambah panorama alam yang indah membuat siapa saja yang datang semakin penasaran.

Ke arah utara kawasan tersebut, pengunjung bisa menikmati gugusan pulau yang terlihat melingkar seperti Pulau Pagang, Pulau Marak yang berdampingan dengan Sikuai, serta Pulau Bintangor.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, siap mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Pesisir Selatan, yang diantaranya dilakukan melalui program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandeh.

Menparekraf Sandiaga Uno mengunjungi kawasan pariwisata di Pesisir Selatan. Tepatnya Masjid Apung Samudra Ilahi di Pantai Carocok, Painan, Pesisir Selatan. Di hari ketiga dalam kunjungan kerjanya ke Sumatra Barat itu, Menparekraf bertemu dengan Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar.

Salah satu program yang dibahas dalam upaya pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah tersebut diantaranya melalui KEK Mandeh yang telah diusulkan pemerintah daerah setempat sejak tahun 2017. Saat ini KEK seluas 420 hektare itu masih menunggu calon pengusul dari pihak swasta yang ingin berinvestasi.

"Ada dua topik utama yang kita bahas, pertama adalah untuk menuntaskan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandeh yang sedang dirancang untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan berbasis pariwisata. Kita akan sukseskan program KEK Mandeh yang tidak hanya untuk menghadirkan pariwisata berbasis alam, bahari, tapi juga budaya," kata Menparekraf Sandiaga Uno, beberapa waktu lalu.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur Sumatra Barat Audy Joinaldy, serta Anggota DPR RI Andre Rosiade.

Menparekraf Sandiaga menjelaskan, dalam menyukseskan program tersebut tentu butuh dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak. Termasuk dalam melanjutkan program-program pengembangan yang tertunda seperti tourist information centre, homestay, juga desa wisata.  

"Salah satunya dapat dilakukan melalui pendekatan program kemitraan antara pemerintah dan dunia usaha. Jadi fokusnya tidak semua membebani anggaran pemerintah," kata Sandiaga.

Sementara Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar, mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan yang dibutuhkan guna mendukung kesuksesan KEK Mandeh. Seperti masterplan yang telah selesai dibuat.

"Karenanya kami berharap dukungan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk dapat memfasilitasi pembangunan KEK serta memfasilitasinya ke investor sehingga perkembangan di Pesisir Selatan, khususnya melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat menciptakan lapangan kerja dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat," kata Bupati Rusma.

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Sesmawati