Netral English Netral Mandarin
06:13wib
DPR mengusulkan agar pemerintah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau semi lockdown saat akhir pekan dan hari libur. PPATK menyatakan ada 80 hasil analisis transaksi keuangan yang mencurigakan dan mengalami kebocoran terkait penggunaan dana otonomi khusus dan APBD di Papua.
Manfaatkan Kelengahan Petugas, Pria Ini Pesan Dua Paket Ganja Saat Bencana Banjir

Minggu, 24-January-2021 04:00

Tersangka pemesan barang berinisial ER (33) ditangkap BNNP Kalsel dengan barang bukti dua paket ganja.
Foto : Antara
Tersangka pemesan barang berinisial ER (33) ditangkap BNNP Kalsel dengan barang bukti dua paket ganja.
8

BANJARMASIN, NETRALNEWS.COM - Bencana banjir di wilayah Kalimantan Selatan dimanfaatkan pengedar narkotika untuk melakukan pengiriman barang haram di saat petugas kepolisian tengah sibuk membantu para korban banjir. 

Beruntung, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Selatan berhasil mengungkap pengiriman paket ganja di tengah bencana berupa banjir besar yang menerjang daerah itu.

"Dua paket narkotika jenis ganja berat 640 gram tiba di Kalsel pada Jumat (22/1) kemarin dengan asal pengiriman Sumatera Utara," kata Kepala BNNP Kalimantan Selatan Brigjen Pol Jackson Arison Lapalonga di Banjarmasin, Sabtu (23/1/2021).

Pemesan barang berinisial ER (33) telah diamankan petugas saat mengambil pesanannya di Jalan Gunung Kupang, Desa Cempaka, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru.

"Jadi pengedar ganja ini rupanya memanfaatkan kelengahan petugas yang sibuk dalam penanggulangan banjir, sehingga mengaku sengaja memesan ganja saat bencana banjir melanda Kalsel," katanya.

Terungkapnya peredaran ganja tersebut bermula dari informasi yang diterima BNN bahwa akan ada pengiriman dari luar provinsi.

Tim yang dipimpin Kasi Penyidikan BNNP Kalsel Kompol Yanto Suparwito bersama anggota Bidang Pemberantasan melakukan pendalaman informasi yang didapat dari masyarakat tersebut.

Hasil penyelidikan diketahui ganja bakal dikirim melalui jasa ekspedisi atas pesanan seseorang di Kota Banjarbaru yang kemudian langsung diringkus petugas ketika menerima barangnya.

"Tersangka dijerat 114 ayat (1) subsider 111 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Saat ini tim melakukan pendalaman guna pengembangan jaringan," tandas Jackson.

Reporter : Nazaruli
Editor : Nazaruli