Netral English Netral Mandarin
banner paskah
23:12wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Mantan Wasekjen MUI Sindir Kerumunan Jokowi: Di Amerika, Presiden Langgar Aturan Dibully Rakyat

Kamis, 25-Februari-2021 16:25

Mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia MUI, Tengku Zulkarnain
Foto : Istimewag
Mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia MUI, Tengku Zulkarnain
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain mengatakan, di Amerika apabila presidennya melanggar aturan atau prinsip moral maka ramai-ramai akan dikritik bahkan dibully alias dirundung oleh rakyatnya.

"Di negeri seberang Pluto justru ada sekelompok Buzzers yg membela mati matian," ujar Tengku Zulkarnain, dikutip dari cuitannya, Kamis (25/2/2021).

Lebih lanjut dia mempertanyakan, apakah buzzer pembelanya gratis atau dibina dengan dana besar. Menurut Tengku Zulkarnain, hal itu belum diketahui kebenarannya. 

Pernyataan ini disampaikan Tengku Zulkarnain bukan tanpa alasan. Dirinya menyindir Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Saat kunjungan kerja ke daerah tersebut, terlihat antusiasme masyarakat. Masyarakat tampak berkerumun dan seolah mengepung mobil yang dinaiki Presiden Jokowi. Jokowi kemudian sempat muncul di sun roof mobil dan membagikan bingkisan. 

Kasus ini lantas menimbulkan polemik, terkait situasi terencana atau spontanitas hingga dibandingkan dengan kasus yang diduga serupa. Polemik ini mencuat karena baru-baru ini tokoh Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) ditahan menjadi tersangka karena kasus kerumunan di Megamendung dan Petamburan. 

Tengku Zulkarnain bahwa membagikan unggahan tangkapan layar terkait arti dari kata kerumunan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Artinya, kumpulan orang dan sebagainya yang tidak teratur dan bersifat sementara. 

"Arti kerumunan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Perlu dibaca Kapolri, dan semua Penengak Hukum, Presiden dan Jajarannya...

Agar rakyat maklum...," terang Tengku Zulkarnain. 

Terkait penilaian bahwa kerumunan Presiden Jokowi tidak direncanakan, Tengku Zulkarnain malah mempertanyakan soal hadiah yang dibagikan. 

"Terus hadiah hadiah yg dibagi bagi itu dimaksudkan utk kerumunan Jin dan Dedemit, bukan kerumunan Orang?

Kenapa sekarang banyak Orang jadi aneh, ya.

Berpikir sederhana saja kesulitan.

Aneh...," ujar dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati