Netral English Netral Mandarin
02:14wib
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memutuskan hanya membuka akses enam pintu masuk kedatangan perjalanan internasional untuk WNI. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengatakan ada kemungkinan turis mancanegara bisa kembali mengunjungi Indonesia pada 2022 mendatang.
Mantap! Ratusan Lulusan SMA asal Pasaman Diterima Bekerja di Empat Negara Karena Bekal Pelatihan dari BLK

Kamis, 29-Juli-2021 20:30

Foto :
21

LUBUK SIKAPING, NETRALNEWS.COM - Ratusan lulusan UPT BLK Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, sudah bekerja pada perusahaan swasta di empat negara, dan target selanjutnya ke Dubai.

Kepala UPT BLK Lubuk Sikaping, Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman, Haryadi di Lubuk Sikaping, menjelaskan, empat negara itu yakni Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia dan Jepang. Sedangkan, di dalam negeri Batam, Kepulauan Riau, Kota Jakarta dan lainnya.

Menurutnya, peserta yang bekerja di Negara Malaysia dan Brunei kebanyakan bagian menjahit, selanjutnya Jepang bagian otomotif perbengkelan seperti di perusahaan SHOGUMI CO.LTD. 

Seluruh peserta alumni yang bekerja di dalam negeri dan luar negeri itu kebanyakan tamatan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan warga Kabupaten Pasaman.

"Peserta yang telah bekerja di luar negeri ada tim yang menyeleksinya itupun secara ketat, tidak mudah karena sebelumnya kita juga di UPT BLK Lubuk Sikaping, mencari orang yang siap mengikuti pelatihan berbasis kompetensi, sebelum terjun ke dunia pekerjaan," ujarnya seperti dilansir dari Antara, Kamis (29/7/2021).

Masyarakat digratiskan mengikuti pelatihan berbasis kompetensi di UPT BLK Lubuk Sikaping alias tanpa dipungut biaya, namun harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan BLK.

"Pada 2021 peserta yang mengikuti pelatihan berbasis kompetensi di UPT BLK Lubuk Sikaping sudah ada jumlah sebanyak 112 orang," katanya.

Adapun, pelatihan berbasis kompetensi di UPT BLK Lubuk Sikaping antara lain, membuat roti, membuat kue, tata rias, pembuat pakaian, komputer, perbengkelan sepeda motor dan lainnya, waktu sampai selesai mengikuti pelatihan ada satu bulan hingga tiga bulan lamanya.

"Nantinya para peserta akan membagikan baju seragam pelatihan hingga uang transportasi dan terpenting sekali ilmu pengetahuan," ujarnya. 

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP