Netral English Netral Mandarin
14:58wib
LSI Denny JA menilai, PDI Perjuangan berpotensi akan mengalami kekalahan jika mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menegaskan fasilitas kesehatan di Indonesia bisa tumbang dalam 2-4 minggu jika pengendalian pandemi tidak diperketat.
Marak PHK Karena Pandemi, Alhamdulillah Jumlah Petani Jadi Bertambah 8 Juta

Sabtu, 01-Mei-2021 02:00

Kebun cabai.
Foto : pertanian.go.id
Kebun cabai.
11

INDRAMAYU, NETRALNEWS.COM - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyebutkan terdapat penambahan delapan juta petani baru yang terutama akibat adanya pandemi COVID-19.

"Saat ini, kurang lebih ada delapan juta petani baru," kata Mentan Syahrul saat menyerahkan bantuan presiden berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk kelompok tani di Indramayu, Jawa Barat, Jumat (30/4/2021).

Menurutnya, karena pandemi COVID-19 lebih dari setahun ini membuat banyak karyawan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan kemudian pulang kampung untuk beralih menjadi petani.

"Semua yang di-PHK, keluar dari perusahaan, mereka sekarang bertani supaya enggak stres juga," ujarnya.

Syahrul menambahkan pada masa pandemi COVID-19 banyak perusahaan yang tidak melakukan perekrutan baru, sehingga bertani merupakan solusi yang tepat.

Apalagi, lanjutnya, sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang mampu memberikan kontribusi positif di tengah pandemi COVID-19. Tidak hanya itu, kebutuhan pangan terus ada dan meningkat, sehingga pertanian selalu menyediakan lapangan pekerjaan.

"Pertanian itu (banyak) lapangan kerja, jadi kalau mau cari uang tidak usah ke kota, jadi di desa saja dengan bertani," katanya, seperti dilansir Antara.

 

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP