Netral English Netral Mandarin
22:58wib
Enam belas tim telah memastikan lolos ke babak 16 besar Euro 2020 (Euro 2021) usai berlangsungnya matchday terakhir penyisihan grup, Kamis (24/6) dini hari WIB. Sejumlah daerah di provinsi Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta masuk kategori zona merah atau wilayah dengan risiko tinggi penularan virus corona (covid-19) dalam sepekan terakhir
Protes 2 Youtuber Medan Dipidanakan, Mardani: Inisiatif Pak Jokowi Jangan Hanya Jadi Angan-Angan

Senin, 19-April-2021 09:53

Mardani Ali Sera
Foto : Fajar.co
Mardani Ali Sera
13

MEDAN, NETRALNEWS.COM - Politikus PKS, Mardani ALi Sera protes terkait dua YouTuber asal Kota Medan yang terjerat pidana Undang-undang ITE.

Ia menyatakan tak setuju karena kebijakan tersebut telah mematikan kritik melalui media sosial.

“Jelas dari kasus YouTuber ini UU ITE dapat mematikan kritik di media sosial,” kata Mardani, Senin 19 April 2021.

“Semestinya kritik tersebut ditinjau dan dijadikan masukan, bukan dilaporkan. Inisiatif revisi UU ITE dari Pak @jokowi jangan hanya jadi angan2,” tegas Mardani.

Sementara sebelumnya dilansir  Idntimes.com, Ketua Advokasi YLBHI Muhammad Isnur  juga angkat bicara soal kasus yang menimpa dua YouTuber asal Kota Medan yang terjerat pidana Undang-undang ITE.

Menurut Isnur, YLBHI melihat keduanya sebagai korban. 

"Dia korban, dia itu warga negara yang secara konstitusi, secara undang-undang itu dijamin kebebasan menyampaikan pendapatnya," ujar Isnur saat dihubungi IDN Times pada Rabu (14/4/2021) malam.

"Itu dijamin benar," tegasnya.

1. Kasus YouTuber Medan tambah deretan korban UU ITE

Isnur menyebutkan kasus yang menimpa dua YouTuber Medan menambah deretan kasus baru korban Undang-undang ITE.

"Mereka menyuarakan tentang masalah sesuatu di sekitarnya dan dibungkam terutama oleh aparat," ujar Isnur lewat sambungan telepon.

"Ini memperpanjang temuan-temuan kami bahwa undang-undang ITE memang dipakai oleh aparat untuk membungkam masyarakat yang kritis," kata dia lagi.

2. Kritik YLBHI terhadap UU ITE

Isnur menyebutkan ada beberapa pasal dalam UU ITE yang paling genting untuk segera direvisi jika undang-undang ini masih ingin tetap dipergunakan. 

Isnur menyebutkan pasal 27, 28, dan 29 dalam UU ITE paling sering digunakan untuk membungkam masyarakat.

"Harusnya sebenarnya kan ini suara masyarakat ya, harusnya justru diapresiasi bukan dilaporkan seperti itu," ujar Isnur.

Isnur menilai seharusnya dua YouTuber ini justru mendapatkan perlindungan hukum. 

"Karena mereka membongkar sesuatu yang disembunyikan secara busuk di belakang," kata Isnur lagi.

3. YouTuber di Medan dihukum penjara dengan jeratan UU ITE

Dua YouTuber Medan, Joniar Nainggolan dan Benni Eduward Hasibuan dihukum delapan bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Medan pada Senin, 12 April 2021 lalu.

Kedua YouTuber ini dikenal sebagai content creator yang kerap mengkritisi polisi di kanal YouTubenya. 

Mereka harus berhadapan dengan hukum sejak mengunggah video polisi diduga menunggak pajak.

Kasus bermula pada 11 Agustus 2020 ketika keduanya pergi ke Kantor Samsat Putri Hijau Medan dan mengecek plat nomor kendaraan mobil yang terparkir di belakang kantor Samsat secara daring.

Dari tindakan tersebut, mereka menemukan beberapa kendaraan yang diduga menunggak pajak, datanya tidak ditemukan, dan ada yang diduga bodong. Temuan tersebut lantas diunggah di kanal YouTube keduanya.

Dalam siaran langsung, keduanya menyebut ada kendaraan milik petugas di Direktorat Lalu Lintas Polda Sumut yang tidak taat pajak.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto