Netral English Netral Mandarin
22:41wib
Ahli patologi klinis Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Tonang Dwi Ardyanto menduga bahwa varian Omicron sudah masuk Indonesia. Sebanyak 10.000 buruh akan menggelar aksi unjuk rasa di tiga tempat, yakni Istana Kepresidenan, Mahkamah Konstitusi, dan Balai Kota DKI Jakarta, hari ini.
Mari Lindungi Satwa Liar Indonesia

Sabtu, 06-November-2021 19:16

Infografik satwa liar Indonesia.
Foto : Netralnews/Amar
Infografik satwa liar Indonesia.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Satwa liar Indonesia merupakan salah satu dari tiga negara terbesar yang memiliki keanekaragaman flora dan fauna. Diperkirakan sebanyak 300.000 jenis satwa liar atau sekitar 17% satwa di dunia terdapat di Indonesia.

Indonesia juga menjadi habitat bagi satwa-satwa endemik atau satwa yang hanya ditemukan di Indonesia saja.

Jumlah mamalia endemik Indonesia ada 259 jenis, kemudian burung 384 jenis dan ampibi 173 jenis (IUCN, 2013). Keberadaan satwa endemik ini sangat penting, karena jika punah di Indonesia maka itu artinya mereka punah juga di dunia.

Saat ini jumlah jenis satwa liar Indonesia yang terancam punah menurut IUCN (2011) adalah 184 jenis mamalia, 119 jenis burung, 32 jenis reptil, 32 jenis ampibi, dan 140 jenis.

Penyebab terancam punahnya satwa liar Indonesia setidaknya ada dua hal yaitu:

• Berkurang dan rusaknya habitat

Alam menjadi habitat bagi setiap satwa yang ada di muka bumi ini. Di alam hiduplah berbagai jenis satwa baik yang dilindungi maupun yang tidak dilindungi. Jika terjadi kerusakan alam, satwa menjadi kehilangan habitat aslinya.

Terutama satwa yang hidup di dalam hutan. Ketika hutan tersebut rusak maka banyak sekali satwa yang menjadi kehilangan habitat aslinya sehingga satwa langka tersebut mencari habitat baru.

• Perdagangan satwa liar

Perdagangan satwa liar, adalah masalah konservasi serius, seperti yang disampaikan oleh Konvensi tentang Perdagangan Internasional dalam Spesies Fauna dan Flora Liar yang Terancam (bahasa Inggris: Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora, disingkat CITES)  Perdagangan satwa liar adalah bisnis ilegal terbesar ketiga setelah narkoba dan persenjataan.

Reporter : Widita Fembrian
Editor : Widita Fembrian

Berita Terkait

Berita Rekomendasi