Netral English Netral Mandarin
15:59wib
LSI Denny JA menilai, PDI Perjuangan berpotensi akan mengalami kekalahan jika mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menegaskan fasilitas kesehatan di Indonesia bisa tumbang dalam 2-4 minggu jika pengendalian pandemi tidak diperketat.
Masker N95 Ternyata Boleh Digunakan Berulang, Ini Catatannya

Kamis, 22-April-2021 17:00

Masker N95
Foto : saultstar.com
Masker N95
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Apakah penggunaan jangka panjang dan berulang untuk masker N95 itu ideal? Apakah ada cara untuk pemakaian ulang yang aman untuk masker N95 ini?

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Dr dr Zubairi Djoerban SpPD-KHOM lantas angkat bicara terkait berbagai pertanyaan tersebut.

Pertama, Prof Zubairi mengajak masyarakat berkenalan terlebih dahulu dengan masker N95. Masker N95  termasuk jenis masker respirator. 

Huruf ’N’ itu artinya not resistant to oil alias tidak tahan minyak. Sedangkan '95' merupakan kode persen yang mengartikan masker tersebut memiliki kemampuan menyaring 95 persen partikel udara.

Berdasarkan kemampuan tersebut, N95 dapat menyaring partikel berukuran > 0,3 mikron, sehingga cukup efektif menyaring virus. Masker N95 juga menjadi masker andalan tenaga medis dan kesehatan untuk digunakan.

"Beberapa studi memang membolehkan masker N95 dipakai ulang. Namun dengan catatan," kata dia, dikutip dari cuitannya, Kamis (22/4/2021).

Misalnya, meminimalkan kontak yang tak perlu dengan permukaan dalam masker, kepatuhan terhadap kebersihan tangan, serta teknik mengenakan dan melepas masker yang tepat.

Lebih detailnya lagi, untuk menyimpan masker N95 di wadah yang bersih seperti kantong kertas. Untuk meminimalkan kontaminasi silang, simpan di kantong sendiri agar tidak saling bersentuhan dengan masker orang lain. 

Wadah penyimpanan ini disarankan jangan sampai mengubah bentuk masker. Selain itu, wadah penyimpanan tadi harus dibersihkan secara teratur atau buang ketika sudah beberapa kali pakai. 

"Yang krusial, bersihkan tangan dengan sabun atau hand sanitizer berbahan dasar alkohol sebelum dan sesudah menyentuh atau menyesuaikan masker," pesan dia.

Selanjutnya, hindari menyentuh bagian dalam masker. Jika sentuhan terjadi, buang masker tersebut dan bersihkan tangan kembali seperti telah dijelaskan sebelumnya.

Di beberapa negara, termasuk Indonesia, ada metode dekontaminasi untuk masker N95 ini. Di antaranya memakai paparan sinar ultraviolet dan semprotan etanol dengan kadar 70 persen.

Saran beberapa studi, jumlah penggunaan kembali masker N95 itu dibatasi, yaitu tak lebih dari tiga sampai lima kali penggunaan. Bisa dicek juga secara mandiri apakah tali masker bekas itu masih cukup ketat untuk dipakai atau tidak.

"Yang paling penting, masker N95 cuma boleh dipakai oleh satu orang. Jangan sampai tertukar dan amat disarankan untuk membuang masker yang telah terkontaminasi darah, cairan pernapasan atau cairan tubuh lainnya dari pasien," jelas dia.

Prof Zubairi juga jelaskan bahwa ada Studi Lancet yang menyarankan untuk memakai dua masker: N95 dan KN95. Gunakan satu untuk hari ini dan simpan satunya di kantong kertas untuk esoknya. 

"Terus bergantian tiap 24 jam. Bisa terus digunakan berminggu-minggu jika tidak rusak," kata dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP