Netral English Netral Mandarin
13:24wib
Publik dihebohkan dengan ucapan selamat hari raya dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kepada umat Baha'i. Video itu jadi sorotan karena Baha'i bukan salah satu dari enam agama yang diakui negara. Menaker Ida Fauziyah menyatakan karyawan dengan gaji di atas Rp 3,5 juta tetap bisa mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 1 juta.
Massa PSK Pecinta HRS Dicokok Aparat, DS: Lah Wong Nama aja PSK, Sesuai Motif dan Keinginan Terpendam

Kamis, 24-Juni-2021 12:24

Massa PSK ditangkap dan Denny Siregar
Foto : Kolase Netralnews
Massa PSK ditangkap dan Denny Siregar
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Di tengah proses sidang Habib Rizieq Shihab, massa pecinta HRS berdatangan dan terjadilah bentrokan dengan  aparat yang  hendak menghalau mereka.

Sejumlah massa tersebut berhasil di tangkap. Di antaranya adalah kelompok Pejuang Sholawat Keliling (PSK). Dari spanduknya tetulis mereka berasal dari Serang, Banten.

Karena namanya unik, Denny Siregar ikut nyinyir di akun Twitternya menanggapi kelompok tersebut yang mayoritas adalah anak-anak baru gede.

“Lah wong nama kelompoknya aja PSK... Sesuai dgn motif dan keinginan terpendam,” kata Denny Siregar, Kamis 24 Juni 2021 sambil mengunggah video rekaman kelompok PSK.

Untuk diketahui, jelang persidangan vonis Habib Rizieq di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Massa pendukung Habib Rizieq melempar batu ke arah polisi.

Berdasarkan pantauan di lokasi, peristiwa terjadi di sebelum flyover Stasiun Klender, Jl I Gusti Ngurah Rai yang mengarah ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis 24 Juni 2021 pukul 09.30 WIB.

Merespons situasi tersebut, polisi melepaskan gas air mata. Mobil water cannon sudah bersiaga di sisi polisi.

Terdengar dari arah massa, mereka mengumandangkan selawat dan takbir.

Sementara itu ditempat terpisah, massa simpatisan Habib Rizieq yang hendak mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Timur melalui jalan Penggilingan Raya dicegat blokade polisi.

Pantauan dilokasi, massa mayoritas mengenakan masker. Beberapa di antaranya mengenakan peci.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto