Netral English Netral Mandarin
04:49wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Massa SAPU Bawa Karangan Bunga 'Tanpa Novel Baswedan Cs, KPK Makin Garang! Koruptor Dibabat'

Senin, 27-September-2021 19:22

Aksi Massa Gerakan Satu Padu (SAPU) Lawan Novel Baswedan dkk di depan Gedung KPK
Foto : Istimewa
Aksi Massa Gerakan Satu Padu (SAPU) Lawan Novel Baswedan dkk di depan Gedung KPK
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Massa dari Gerakan Satu Padu (SAPU) Lawan Novel Baswedan dkk, kembali menggelar aksi di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/9/2021).

Massa SAPU membawa karangan bunga bertuliskan 'Selamatkan KPK dari Novel Baswedan cs. Tanpa Novel Baswedan cs KPK Tetap Garang dan Kuat Koruptor di Babat'.

Dalam orasinya, massa SAPU menyatakan mendukung pemecatan 56 pegawai KPK termasuk Novel Baswedan yang tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK). 

"Kami mendukung Ketua KPK Firli Bahuri memecat penyidik yang tidak lulus TWK Novel Baswedan dkk," tegas Koordinator aksi, Ahmad.

Ahmad menilai, KPK tanpa Novel Baswedan cs lebih garang dan kuat dalam memberantas korupsi.

"Kami mengapresiasi sepak terjang KPK yang semakin garang dan kuat tanpa Novel Baswedan dkk. Ketua KPK sudah menunjukkan kelasnya untuk menangkap para koruptor," ucapnya.

Ahmad mengingatkan bahwa Mahkamah Agung (MA) telah memutuskan bahwa Tes TWK yang dilakukan KPK sah secara konstitusi.

"Tolak KPK Darurat atau KPK Tandingan Novel Baswedan Cs. Kami dukung KPK fokus bekerja berantas penyakit korupsi di Indonesia," ujarnya.

Lebih lanjut, Ahmad berpendapat bahwa gerombolan Novel Baswedan yang saat ini mendirikan KPK Darurat telah melanggar hukum. Menurutnya, secara UU dan konstitusi mereka sudah tidak lagi menjadi pegawai KPK.

Selain itu, pihaknya juga menyesalkan sikap Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang membela pegawai KPK yang tidak lolos tes TWK.

"BEM SI sehatkah? Jangan semaunya sendiri, ini negara hukum, stop merusak citra KPK yang saat ini sudah eksis bekerja memberantas korupsi dibangsa ini. Gak lolos jadi ASN, sekarang malah bikin KPK-KPKan," pungkas Ahmad.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli