Netral English Netral Mandarin
23:26 wib
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meyakini dirinya tertular Covid-19 saat makan karena harus melepas masker. Ia pun mengimbau masyarakat menghindari makan-makan bersama orang lain. akan menggunakan GeNose, alat deteksi virus corona atau Covid-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM), di sejumlah stasiun kereta api di Indonesia mulai 5 Februari 2021.
Masyarakat Tak Perlu Takut Lagi Divaksin, Jika....

Senin, 30-November-2020 17:30

Masyarakat tak perlu takut lagi divaksin
Foto : Farmasi
Masyarakat tak perlu takut lagi divaksin
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM Vaksinolog dr Dirga Sakti Rambe MSc SpPD mengatakan masyarakat tidak perlu ragu lagi menjalani vaksinasi jika vaksin COVID-19 sudah beredar karena akan mendapat izin edar dari BPOM dan dipastikan efektivitasnya.

"Jadi warga tidak perlu ragu lagi," kata Dirga yang juga dokter spesialis penyakit dalam saat dialog produktif tentang vaksin yang dipantau secara daring, Senin, (30/11/2020).

Dia mengatakan pembuatan vaksin sudah melalui uji klinis yang awalnya diujicoba pada hewan, jika terbukti aman dan efektif maka diujicoba pada manusia dalam beberapa tahap yang melibatkan ribuan orang untuk memastikan keamanan vaksin.
Setelah uji klinis selesai, maka hasil uji klinis tersebut akan dinilai oleh BPOM baru kemudian vaksin dapat digunakan luas pada masyarakat.



Lebih lanjut Dirga menjelaskan vaksin merupakan produk biologis yang sangat rentan terhadap perubahan suhu, karena itu mayoritas vaksin perlu disimpan pada suhu 2-8 derajat Celcius dan kondisinya harus terus dijaga sampai pada orang yang akan divaksin atau cold chain.

Karena itu dia mengharapkan masyarakat untuk mencari informasi yang benar dan sumbernya dapat dipercaya karena saat ini banyak beredar informasi yang tidak benar termasuk mengenai vaksin.

Dia juga menegaskan vaksin apapun yang sudah mendapatkan izin edar dari BPOM sudah dipastikan efektivitasnya.

"Karena itu jika sudah ada vaksinnya jangan ragu-ragu lagi untuk vaksinasi sesuai dengan anjuran pemerintah," kata dia.

Indonesia, menurut Dirga, sudah berpengalaman panjang melakukan imunisasi rutin dan semua vaksin yang digunakan selama ini sudah menggunakan sistem "cold chain" yang baik sampai ke pelosok.

Karena itu sejak vaksin diproduksi di pabrik sampai ke rumah sakit, peralatan yang digunakan sudah standar seperti "cold box", semuanya sudah tersedia di Indonesia.

Saat ini pemerintah tengah mengembangkan vaksin dalam negeri yaitu vaksin Merah Putih dan bekerja sama dengan produsen vaksin negara lain untuk pengembangan vaksin COVID-19.

Karena situasi pandemi saat ini, para ilmuwan berlomba mengembangkan vaksin dengan platform berbeda dan masing-masing punya keunggulan dan kekurangannya.

Dia meyakinkan bahwa jenis atau merek vaksin apa saja boleh digunakan yang penting terbukti aman dan efektivitasnya.

Dirga mengatakan bahwa keberadaan vaksin sangat penting dalam mengendalikan pandemi, namun perlu disadari bahwa vaksin tidak bisa seketika menghilangkan pandemi karena ada proses distribusi yang panjang karena kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dan jumlah penduduk yang besar.

"Jadi masyarakat tidak perlu ragu lagi, sambil menunggu vaksin tersedia tentu kita harus tetap menjalankan protokol kesehatan," ujar Dirga, dilansir Antara.

 

 

Reporter : sulha
Editor : sulha