Netral English Netral Mandarin
banner paskah
22:04wib
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi peringatan kepada sembilan provinsi untuk bersiap siaga dari potensi hujan petir disertai angin kencang yang akan terjadi hari ini. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menambah jalur yang bakal disekat oleh kepolisian selama masa larangan mudik Lebaran pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.
Melihat Manuver Moeldoko, SBY Merasa Malu, Menyesal dan Minta Ampun pada Allah SWT

Sabtu, 06-Maret-2021 08:47

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Foto : Istimewa
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat bicara menanggapi digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) yang mengukuhkan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat periode 2021-2025.

Menurut SBY, banyak pihak tercengang dan tidak percaya melihat manuver Moeldoko yang bersekongkol dengan sejumlah kader Demokrat untuk mengkudeta kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Hari ini, sejarah mengabadikan apa yang terjadi di negara yang kita cintai ini, memang banyak yang tercengang, banyak yang tak percaya bahwa KSP Moeldoko yang bersekongkol dengan orang dalam, benar-benar tega dan dengan darah dingin melakukan kudeta ini," kata SBY dalam konferensi pers, Jumat (5/3/2021).

SBY menilai, tindakan Moeldoko mengambil alih kepemimpinan AHY secara ilegal dan inkonstitusional, sangat tidak terpuji, jauh dari sikap ksatria dan hanya mendatangkan rasa malu bagi pewira dan prajurit yang pernah bertugas di jajaran TNI.

"Sebuah perebutan kepemimpinan yang tidak terpuji, jauh dari sikap ksatria dan nilai-nilai moral dan hanya mendatangkan rasa malu bagi perwira dan prajurit yang pernah bertugas di jajaran Tentara Nasional Indonesia," ujarnya.

Bahkan, Presiden ke-6 itu pun mengaku malu dan merasa bersalah karena pernah mempercayai dan memberikan jabatan kepada Moeldoko. Diketahui, saat menjadi Presiden, SBY menunjuk Moeldoko menjadi Kepala Staf TNI AD (KSAD) dan Panglima TNI.

"Termasuk rasa malu dan rasa bersalah saya, yang dulu beberapa kali memberikan kepercayaan dan jabatan kepadanya. Saya memohon ampun ke hadirat Allah SWT, Tuhan yang Maha Kuasa atas kesalahan saya itu," jelas SBY.

Sebelumnya diberitakan, KLB Demokrat yang digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021), menetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025. KLB juga menyatakan Ketua Umum Partai Demokrat hasil Kongres V, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), telah demisioner.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli