Netral English Netral Mandarin
23:32wib
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan tak mencari Perang Dingin baru dengan China. Sejumlah jaringan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di berbagai daerah menyoroti kasus-kasus dugaan kriminalisasi petani jelang Hari Tani Nasional.
Melongok Kecantikan Tenun NTT Penuh Makna, Tertarik?

Minggu, 11-Juli-2021 22:40

Kecantikan tenun NTT.
Foto : Kemenparekraf
Kecantikan tenun NTT.
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Jika Pulau Jawa terkenal dengan Batik, Nusa Tenggara Timur terkenal dengan kain tenunnya. Selain terkenal di Indonesia, kain tenun ini juga terkenal hingga manca negara. 

Bahkan, kain ini pernah tampil di acara Culture New York Fashion Week. Penasaran dengan kain khas Nusa Tenggara Timur ini?

Kain tenun ikat adalah kain yang dibuat dengan cara memasukan benang pakan secara horizontal pada benang-benang lungsin yang biasanya telah diwarnai dan diikat terlebih dahulu. Kain tenun ikat termasuk kekayaan NTT yang teknik pembuatannya telah diwariskan turun-temurun. Kain ini diduga telah ada sejak abad ke-3 Masehi, saat kerajaan hadir di NTT.

Kehadiran kain ini, dipercaya beriringan dengan perkembangan seni dan budaya. Menurut penelitian, nenek moyang Nusa Tenggara Timur yang berasal dari ras Astromelanesoid, Mongoloid, Negroid, dan Eropoid, telah mendiami pulau tersebut sejak 3.500 tahun yang lalu.

Dilansir dari laman Pariwisata Indonesia, bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur, bisa menenun menjadi salah satu pertanda bahwa seorang perempuan telah siap untuk menikah. Maka tidak heran, jika banyak perempuan di provinsi ini yang memiliki keterampilan menenun. Kain tenun ikat NTT memiliki banyak fungsi, seperti sebagai busana, mahar, penunjuk status sosial, alat transaksi, bentuk penghargaan pada tamu, serta penghormatan pada acara kematian.

Meskipun kain tenun ikat bisa ditemukan hampir di seluruh provinsi Nusa Tenggara Timur, tapi masing-masing daerah memiliki motif yang berbeda. Misalnya, di Sumba Timur terdapat motif tengkorak, dan Maumere terdapat motif hujan, pohon, dan ranting. Ada pula motif-motif lain yang menampilkan keberagaman flora, fauna, hingga legenda.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendukung penyelenggaraan Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) 2021 sebagai momentum pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi COVID-19, sekaligus memperkuat Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).

"Saya akan memberikan dukungan pada penyelenggaraan HBDI. Saya harapkan bahwa ini akan menjadi satu kesatuan dengan program kita yang diusung oleh Wamendag Jerry Sambuaga dan Menkop UKM Teten Masduki yaitu Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia," ujar Menparekraf Sandiaga dalam siaran persnya, Minggu, (11/7/2021).

Sandiaga berharap dengan adanya penyelenggaraan HBDI ini dapat membuka lapangan pekerjaan sehingga perekonomian nasional segera pulih dan bangkit. "Mari terus tebarkan optimisme dan harapan. Mari terus optimis dan inovatif terhadap peluang yang ada untuk bertahan," ujarnya.

Lebih lanjut, Sandiaga mengapresiasi logo HBDI yang mengusung kain tenun dari Nusa Tenggara Timur, yang merupakan produk ekonomi kreatif dari salah satu Destinasi Super Prioritas yakni Labuan Bajo.

"Tahun ini logonya mengangkat tenun NTT, terima kasih sudah mengangkat tenun NTT karena ini merupakan salah satu yang kita sedang dukung di salah satu 5 DSP yaitu Labuan Bajo," ujarnya.

Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) 2021 digelar oleh Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) untuk ke-5 kalinya pada 1-29 Agustus 2021 dengan mengusung tema #YukVaksinYukBelanjaSehatSemua. Pada pagelaran tahun ini, selain mengajak belanja produk Indonesia, program HBDI juga mengajak masyarakat untuk memperkuat herd immunity dengan vaksinasi. Sehingga HIPPINDO bersama Kemenkop UKM juga turut menggelar sentra vaksin di Gedung Smesco.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, mengajak masyarakat untuk berbelanja di program HBDI, sebab hal tersebut dapat membantu pemulihan perekonomian Indonesia di tengah pandemi COVID-19.

"Saya ingin mengimbau kelas menengah untuk berbelanja di HBDI, karena belanja ini sekarang bagian dari ibadah, bisa menghidupkan kegiatan ekonomi masyarakat. Jadi jangan disimpan terus duitnya di bank, belanjakan terutama produk-produk lokal, supaya ekonomi kita bergerak. Saatnya kita semua bangkitkan perekonomian," ujar Teten. 

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Wahyu Praditya P