3
Netral English Netral Mandarin
20:45 wib
Jajaran pengurus dan kader Partai Demokrat se-Sumatera Utara menolak penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) ilegal yang kabarnya digelar di salah satu hotel di Kabupaten Deli Serdang. Presiden Jokowi meminta Kementerian Perdagangan untuk gencar mengkampanyekan slogan cinta produk-produk Indonesia, sekaligus benci produk luar negeri.
Skakmat Rachland, Eko: Bandingkan Museum SBY-ANI dgn Makam Gus Dur Itu Keterlaluan

Sabtu, 20-Februari-2021 14:20

Rachland Nashidik
Foto :
Rachland Nashidik
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Polemik Museum SBY-ANI yang menggunakan dana hibah dari Pemda Pacitan masih melahirkan perdebatan. 

Rachland Nashidik  dalam akun Twitternya @RachlanNashidik sempat membalas pernyataan @EAndalusy, katanya:

"Pertama, bukan museum keluarga. Kedua, inisiatif pendanaan  datang dari Pemprov -- itu juga cuma sebagian. Terbesar berasal dari sumbangan dan partisipasi warga. Ketiga, sebagai pembanding, Anda tahu makam  Presiden Gus Dur dibangun negara?" kata Rachland.

Namun, Eko Kuntadhi malah skakmat cuitan Rachland.

"Pertama, museum Presiden, biasanya hanya Presidennya. Kalau Presiden dan istri. Itu museum keluarga. Ke2, pembangunan museum Presiden biasanya dilakukan setelah Presiden meninggal dan atas jasa besarnya. Ketiga, membandingkan museum SBY-ANI dgn makam Gus Dur itu keterlaluan," kata Eko Kuntadhio, Sabtu (20/2/21).

Sementara sebelumnya diberitakan, Deputi Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani mengatakan pembangunan Museum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Ani Yudhoyono di Pacitan, Jawa Timur (Jatim) tetap berjalan sekalipun tak mendapat dana hibah Rp9 miliar dari Pemerintah Provinsi Jatim.

"Tetap berjalan. Karena sejak awal sama sekali itu [dana hibah Pemprov Jatim] bukan variabel yang diperhitungkan," kata Kamhar seperti dilansir CNNIndonesia.com, Kamis (18/2).

Kamhar menyebut SBY sejak awal tak pernah berharap mendapat dana hibah dalam membangun museum dari Pemprov Jatim. Menurutnya, pembangunan museum tersebut sejak awal sudah memiliki konsep dan direncanakan dengan matang.

"Sejauh ini progresnya bisa dimonitor itu sebagian malah sudah jadi. Artinya memang sudah di planning sedemikian rupa, ini terbangun tanpa memperhatikan aspek-aspek [dana dari Pemprov] itu," ujarnya.

Kamhar mengatakan dana pembangunan museum tersebut banyak yang berasal dari urunan para kader Demokrat di seluruh Indonesia. Sumbangan pembangunan juga ada yang berasal dari para kolega SBY lainnya.

"Kan Pak SBY punya banyak kolega dan relasi selama ini," katanya.

Lebih lanjut, Kamhar mengatakan pembangunan museum SBY-Ani bukan untuk kepentingan pribadi keluarga SBY. Menurutnya, museum tersebut bertujuan menjadi sarana pendidikan dan motivasi bagi masyarakat Pacitan.

"Dulu Pacitan sebelum Pak SBY menjadi presiden belum populer. Sekarang kondisinya makin akseleratif. Ini menjadi motivasi bagi masyarakat Pacitan tentunya," ujarnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto