Netral English Netral Mandarin
08:44 wib
Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid berencana melaporkan seorang peramal, Mbak You, terkait ramalan Jokowi lengser dari jabatan presiden pada 2021. Peneliti menyatakan varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan (Afsel) tidak mempengaruhi kerja vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech.
Memori Airmata untuk Ahok Lawan FPI, BS: Ingatlah, Semua Indah pada Waktunya

Kamis, 31-December-2020 07:21

Ungkap Memori Airmata untuk Ahok, Birgaldo sebut Ingatlah, Semua Indah pada Waktunya
Foto : Istimewa
Ungkap Memori Airmata untuk Ahok, Birgaldo sebut Ingatlah, Semua Indah pada Waktunya
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat kemanusiaan Birgaldo Sinaga yang sekaligus menjadi pendukung Ahok saat menjalani pengadilan beberapa tahun lalu membuat catatan menanggapi kasus pembubaran FPI.

"9 Mei 2017. Air mata ku tak tertahankan akhirnya jatuh ke bumi. Lututku lunglai. Nafasku sesak. Marah dan lelah," kenang Birgaldo, Rabu malam (30/12/20).

"30 Desember 2020. Semesta memeluk jiwa ragaku. Semesta mendekap erat, seraya berbisik. Jangan pernah lelah mencintai negerimu. Ingatlah, semua indah pada waktunya," lanjutnya.



Birgaldo juga mengunggah beberapa foto kenangan aksi melawan FPI dan membela Ahok.

"Memori indah saat membela Ahok dan melawan  FPI di jalanan pada 2016-2017. Saat itu, kami pendukung Ahok hadap2an muka ketemu muka dengan FPI. Mereka berseru Tangkap Ahok!!" kata Birgaldo.

"Saya berseru di atas mobil komando membalas..Tangkap Rizieq!! Berbalas2an. Bersahut2an. Dan perjuangan 3 tahun lalu itu akhirnya terwujud hari ini. FPI bubar. MRS masuk penjara. Betapa nikmatnya kopi soreku kali ini. Slurrrppp...," tegasnya.

Sementara sebelumnya diberitakan, Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Fadli Zon murka atas keputusan pemerintah membubarkan atau melarang Front Pembela Islam (FPI) sebagai organisasi masyarakat.

Pernyataan tersebut diungkapkan Fadli Zon melalui akun Twitter pribadi miliknya @Fadlizon beberapa saat setelah pengumuman pembubaran FPI oleh Menkopolhukam Mahfud MD yang disiarkan secara langsung di televisi nasional.

"Sebuah pelarangan organisasi tanpa proses pengadilan adalah praktik otoritarianisme. Ini pembunuhan thd demokrasi n telah menyelewengkan konstitusi," tulis akun Twitter @fadlizon, Rabu (30/12/2020).

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto