Netral English Netral Mandarin
23:45wib
Ahli patologi klinis Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Tonang Dwi Ardyanto menduga bahwa varian Omicron sudah masuk Indonesia. Sebanyak 10.000 buruh akan menggelar aksi unjuk rasa di tiga tempat, yakni Istana Kepresidenan, Mahkamah Konstitusi, dan Balai Kota DKI Jakarta, hari ini.
Menag Klarifikasi Soal Kemenag Hadiah untuk NU, Politisi Demokrat: Ngelesnya Kalah Bajaj

Rabu, 27-Oktober-2021 22:00

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas
Foto : Tangkapan layar Tiktok
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas
28

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana mengomentari klarifikasi Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas soal pernyataannya yang menyebut Kementerian Agama (Kemenag) hadiah negara untuk Nahdlatul Ulama (NU).

Adapun Menag dalam klarifikasinya menjelaskan bahwa pernyataannya itu disampaikan dalam sebuah forum internal dan tujuannya untuk memberikan motivasi serta menyemangati para santri dan pondok pesantren.

Menurut Panca, pernyataan Yaqut Cholil soal Kemenag hadiah negara untuk NU sangat tidak pantas sebagai pejabat publik.

Panca juga menilai klarifikasi Menag itu hanyalah upaya untuk menghindar dari kegaduhan yang terjadi akibat pernyataannya.

Pasalnya, lanjut Panca, sebagai pejabat publik, Yaqut Cholil seharusnya sadar bahwa setiap pernyataan yang dilontarkan bakal menjadi sorotan publik dan diliput media.

"Ngelesnya kalah bajaj. Internal katanya. Dia lupa kalau sudah jadi pejabat publik dan diliput media," tulis Panca di akun Twitter-nya, dikutip netralnews.com Rabu (27/10/2021).

"Yang jelas statemennya nga pantas lah sebagai pejabat publik," tegas @panca66.

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas angkat bicara menanggapi polemik soal pernyataannya yang menyebut Kemenag hadiah negara untuk NU.

Menag menegaskan, pernyataannya itu disampaikan dalam forum internal keluarga besar NU. Tujuannya, lebih untuk memotivasi para santri dan pesantren.

“Itu saya sampaikan di forum internal. Intinya, sebatas memberi semangat kepada para santri dan pondok pesantren,” kata Menag dalam keterangannya, Senin (25/10/2021). 

“Memberi semangat itu wajar. Itu forum internal. Dan memang saya juga tidak tahu sampai keluar lalu digoreng ke publik. Itu forum internal, konteksnya untuk menyemangati,” sambungnya.

Kemudian Menag menganalogikan pernyataannya soal Kemenag hadiah negara untuk NU dengan pasangan pria dan wanita yang mengatakan dunia milik berdua.

"Itu sama kira-kira ketika kalian semua ini dengan pasangannya masing-masing melihat rembulan di malam hari, (mengatakan) dunia ini milik kita berdua, yang lain cuma ngekos, salah enggak itu? Saya tanya salah enggak itu? Itu karena internal," jelasnya.

Menag juga memastikan bahwa Kemenag tidak diperuntukkan hanya untuk NU. Buktinya, kata Menag, Kementerian Agama memberikan afirmasi kepada semua agama.

“Semuanya diberikan hak secara proporsional. Ormas juga tidak hanya NU saja,” ungkap Yaqut.

“Bahkan di Kemenag ada Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, itu kader Muhammadiyah. Ada juga Irjen Kemenag yang bukan dari NU,” jelasnya.

Menag menambahkan, karakter dasar dan jatidiri NU adalah terbuka dan inklusif. NU hadir untuk memberikan dirinya bagi kepentingan dan maslahat yang lebih besar. “Karena keterbukaan dan mengedepankan kemaslahatan itu sifat dasar NU,” pungkas Yaqut.  

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli

Berita Terkait

Berita Rekomendasi