Netral English Netral Mandarin
00:00wib
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan keputusan pemerintah untuk menggelontorkan dana triliunan rupiah ke perusahaan-perusahaan produsen minyak goreng dinilai sudah sangat tepat. Komisi Pemberantasan Korupsi mengembangkan kasus korupsi proyek infrastruktur di Kabupaten Buru Selatan 2011-2016.
Menag: Umrah 1443 H Jadi Simulasi Kesiapan Jemaah Haji Indonesia

Kamis, 02-December-2021 00:18

Ilustrasi ibadah umrah di musim pandemi.
Foto : Kabarumrah
Ilustrasi ibadah umrah di musim pandemi.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, jika penyelenggaraan ibadah umrah 1443 H/2021 M berjalan dengan baik, maka pintu ibadah haji bagi jemaah Indonesia akan terbuka lebar.

Hal tersebut disampaikan Yaqut dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR membahas Perkembangan Kebijakan Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah serta isu-isu aktual lainnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (30/11/2021).

"Tantangan kita bagaimana kita mampu menyelenggarakan ibadah umrah ini dengan baik dan menjadi tangung jawab kita bersama. Kalau umrah ini bisa diselenggarakan dengan baik maka sangat terbuka lebar ibadah haji juga bisa dibuka oleh pemerintah Arab Saudi," ujar Yaqut, melansir laman Kemenag, Rabu (1/12/2021).

Menag menambahkan, penyelenggaraan umrah yang akan dijalankan nanti merupakan uji coba atau simulasi dari penyelenggaraan ibadah haji pasca pencabutan suspend Arab Saudi terhadap jemaah Indonesia per 1 Desember 2021. 

"Kalau umrah kita berhasil, Insya Allah haji kita akan terbuka. Jadi kunci terbuka atau tidaknya haji nanti tergantung bagaimana kita mampu melaksanakan umrah dengan baik. Artinya, tidak ada lagi kasus-kasus seperti PCR bodong dan kasus lainnya. Kalau kasus ini masih ada, maka harapan jemaah haji Indonesia akan semakin berat," ujarnya.

"Umrah ini menjadi kewajiban kita semua, pemerintah, DPR dan penyelenggara umrah untuk lebih serius terutama ketaatan terhadap protokol kesehatan," jelas Yaqut.

Menurutnya, Kementerian Agama terus bergerak cepat dalam menyiapkan langkah-langkah dan skema terkait perkembangan penyelenggaraan ibadah umrah dan haji Indonesia 1443 H pasca pencabutan suspend Arab Saudi terhadap jemaah Indonesia. 

Terkait integrasi apilkasi PeduliLindungi dengan aplikasi Tawakalna, Menag menyebut bahwa ia sudah bertemu dengan Menteri Luar Negeri dan Menteri Kesehatan. Dan dari hasil koordinasi dengan dua kementerian tersebut, aplikasi yang akan terintegrasi dengan Tawakalna saat ini dalam tahap finalisasi.

"Mudah-mudahan integrasi aplikasi ini akan mempermudah jemaah kita dalam menjalankan ibadah umrah," harap Menag.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli

Berita Terkait

Berita Rekomendasi