Netral English Netral Mandarin
01:16 wib
Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta akan menerapkan sistem baru agar tak ada lagi surat hasil tes Covid-19 palsu. Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan bahwa keterisian tempat tidur Intensive Care Unit (ICU) pasien Covid-19 di 101 rumah sakit rujukan telah mencapai 85 persen.
Ternyata Ini yang Disukai Korsel dari Indonesia Selama Pandemi

Rabu, 16-December-2020 11:30

Batubara salah satu ekspor tertinggi ke Korea Selatan.
Foto : Mining
Batubara salah satu ekspor tertinggi ke Korea Selatan.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto bertolak ke Seoul, Korea Selatan Selatan hari ini, untuk menandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Korea Selatan (Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement/IK CEPA). Kunjungan kerja Mendag ini dijadwalkan berlangsung pada 16—18 Desember 2020.
 
Selain penandatangan IK-CEPA, Mendag dijadwalkan bertemu dengan para pelaku usaha yang tergabung dalam sejumlah asosiasi pengusaha di Korea Selatan untuk meningkatkan perdagangan antara Indonesia dan Korea Selatan.
 
“Kunjungan kerja ke Seoul, Korea Selatan ini bertujuan meningkatkan perdagangan kedua negara, terutama akibat pandemi Covid-19. Korea Selatan merupakan negara tujuan ekspor kedelapan dan sumber impor keenam bagi Indonesia. Kementerian Perdagangan akan terus mendorong kerja sama dagang antara Korea Selatan dan Indonesia, yang saat ini masih dapat terus ditingkatkan,”  ungkap Mendag Agus, dalam siaran persnya, Rabu, (16/12/2020).
 
Pada 2019, total perdagangan Indonesia dan Korea Selatan mencapai USD 15,65 miliar. Sementaran itu, pada periode Januari–Oktober 2020 total perdagangan kedua negara tercatat sebesar USD 10,74 miliar. Dalam lima tahun terakhir (2015–2019), tren perdagangan kedua negara tercatat tumbuh 2,57 persen. Selain itu, tren ekspor Indonesia ke Korea pada 2015–2019 tercatat meningkat 1,95 persen.

Pada 2019, ekspor utama Indonesia ke Korea Selatan antara lain batu bara, produk baja antikarat, plywood, karet alam, dan bubur kertas. Sementara itu, produk impor utama Indonesia dari Korea Selatan adalah sirkuit elektronik, karet sintetis, produk baja olahan, dan bahan pakaian.

 



Reporter :
Editor : Sulha Handayani