Netral English Netral Mandarin
12:12wib
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengkritik peran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai pengawas keuangan negara, namun tidak ada pihak ketiga yang mengawasinya. Para ilmuwan di Afrika Selatan mendeteksi varian Covid-19 baru yang memiliki banyak mutasi. Varian ini disinyalir jadi penyebab tingginya penyebaran kasus di negara tersebut.
Mendagri Kenang Almarhum Muhammad Hudori sebagai Sosok Pekerja Keras

Senin, 25-Oktober-2021 15:40

Keluarga Besar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tengah berduka cita.
Foto : Puspen Kemendagri
Keluarga Besar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tengah berduka cita.
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Keluarga Besar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tengah berduka cita atas kepergian sosok Muhammad Hudori, seorang Pejabat Tinggi Madya yang sejak Tahun 2020 menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri. Almarhum Muhammad Hudori meninggal dunia pada Minggu (24/10/2021) pukul 22.04 WIB di MRCC Siloam Hospital Jakarta.

Usai melaksanakan salat jenazah di Masjid An-Nuur Kemendagri, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan bela sungkawa dan turut berdukacita sedalam-dalamnya atas kepergian Almarhum Muhammad Hudori.

"Kita merasa kedukaan yang sangat mendalam, merasa kehilangan sosok yang menjadi panutan kita dan selama ini bekerja dengan sangat baik di lingkungan Kemendagri," kata Mendagri Tito sebelum melepas almarhum ke tempat peristirahatan terakhir.

Selain itu, almarhum Muhammad Hudori juga dikenang memiliki kepribadian yang baik, bahkan dengan beban tanggung jawab dan posisinya yang strategis, baik saat menjadi Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pembangunan Daerah (Bangda) maupun setelah menjabat Sekjen Kemendagri. Ia juga dikenal sebagai sosok yang gigih dan tak pernah mengeluh.

"Almarhum, secara pribadi selama lebih kurang dua tahun, saya kenal sebagai sosok yang amat santun, dalam bertutur kata sangat lembut, tapi tegas dalam tindakan, selalu berpikir positif kepada semua orang, kemudian tidak pernah mengeluh," kenang Mendagri.

Sebagai sosok yang aktif dalam melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menyelesaikan berbagai persoalan internal, Mendagri Tito mengaku sangat kehilangan atas kepergian almarhum Muhammad Hudori. Meski demikian, ia meminta seluruh jajaran di Kemendagri mengikhlaskan dan mendo'akan kepergiannya.

"Kita semua mendo'akan semoga almarhum diampuni segala dosa-dosanya, dimudahkan menuju alam kuburnya, dilapangkan, dan diluaskan kuburnya, dan semoga alam kuburnya diciptakan seindah taman surga oleh Allah SWT, kepada keluarga diberikan kekuatan," tutupnya.

Almarhum Muhammad Hudori lahir di Pandeglang pada 5 April 1968 dan wafat pada 24 Oktober 2021 dalam usia 53 tahun. Sesuai rencana, almarhum akan dimakamkan di Karawang, Jawa Barat pada Senin (25/10/2021).

Reporter : Sesmawati
Editor : Sulha Handayani

Berita Terkait

Berita Rekomendasi