Netral English Netral Mandarin
11:05wib
Hingga matchday kedua Euro 2020 (Euro 2021) terdapat satu negara yang sudah dipastikan tersingkir dari ajang sepak bola antarnegara paling bergengsi di Benua Biru yaitu Makedonia Utara. Indonesia sedang didera lonjakan kasus Covid-19 di sebagian besar daerah. Peningkatan kasus ini terlihat dari keterisian tempat tidur di rumah sakit oleh pasien Covid-19.
Mendes PDTT Luncurkan Buku SDGs Desa 

Selasa, 22-December-2020 10:00

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar Luncurkan Buku SDGs Desa
Foto : Kemendes PDTT
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar Luncurkan Buku SDGs Desa
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Buku SDGs Desa karya Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar pada Senin (21/12/2020) diluncurkan oleh Penerbit Yayasan Obor Indonesia secara virtual.

Ketua Yayasan Obor Indonesia Kartini Nurdin menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Abdul Halim Iskandar, atau akrab disapa Gus Menteri ini, yang telah menerbitkan buku hasil karya tulisnya melalui Yayasan Obor Indonesia.

"Buku SDGs Desa yang ditulis Gus Menteri ini merupakan konsep dan pemikiran pembangunan desa. Buku ini merupakan seri pertama trilogi dari SDGs Desa, untuk seri berikutnya akan terbit kemudian," kata Kartini dalam peluncuran buku SDGs Desa seri pertama tentang Percepatan Pencapaian Tujuan Pembangunan Nasional Berkelanjutan.

Diakuinya bahwa dalam menangani 74.953 desa dengan wilayah yang begitu luas di Indonesia tidak begitu mudah. Dibutuhkan perencanaan yang matang, karena mencakup beberapa aspek kehidupan di antaranya sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan.

"Dan ini yang perlu kerja sama, bahu membahu, dengan berbagai pihak yang terkait. Apalagi, desa memiliki peranan strategis dalam pembangunan nasional," kata dia.

Menurutnya, pembangunan nasional terwujud jika desa maju dan beberapa tahun ini sudah dimulai pembenahannya oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Kartini berharap, dengan terbitan seri pertama SDGs Desa ini dapat memberi manfaat bagi semua kalangan masyarakat.

"Pada hari ini, buku SDGs Desa ini kita luncurkan bersama. Mudah-mudahan juga kita semua mendapatkan informasi secara lengkap dan terbuka dari si penulis buku, yakni Gus Menteri," katanya.

Sementara itu, Gus Menteri yang turut hadir dalam peluncuran buku SDGs Desa menyampaikan terima kasih kepada penerbit Yayasan Obor Indonesia yang telah menerbitkan buku SDGs Desa.

"Saya merasa tersanjung menjadi bagian dari penulis pustaka Obor Indonesia. Saya juga ucapkan terima kasih kepada seluruh tim dan dukungan dari sejumlah pihak, karena buku ini juga gak akan bisa lahir tanpa kerja bareng dengan tim dan tanpa dukungan dari berbagai pihak," katanya.

Gagasan SDGs Desa, kata Gus Menteri, karena adanya permasalahan yang cukup lama dihadapi oleh desa, yakni terkait arah pembangunan di desa yang dinilai masih belum jelas arah tujuan pembangunannya.

Menurutnya, gagasan muncul terkait adanya Sustainable Development Goals (SDGs) yang sudah ditentukan PBB. Dari SDGs global itu, di Indonesia diterapkan dengan adanya Perpres Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

"Akhirnya saya yakin bahwa kita akan menemukan satu model yang bisa dijadikan oleh para kepala desa, pegiat desa, aktivis pembangunan desa, dan lainnya, untuk menentukan arah tujuan pasti desa ini mau dibawa ke mana dengan munculnya gagasan SDGs Desa," katanya.

Gus Menteri menyampaikan bahwa SDGs Global maupun nasional terdapat 17 tujuan dari SDGs yang akan dicapai. Namun, Kemendes PDTT menghadirkan kebijakan SDGs desa yang terdapat 18 tujuan yang akan dicapai dari SDGs Desa tersebut, ditambah satu tujuan yang diraih guna menjamin agar pembangunan desa tak mengabaikan aspek kultural dan keagamaan.

Adapun 18 poin SDGs Desa yakni pertama, desa tanpa kemiskinan. Kedua, desa tanpa kelaparan. Ketiga, desa sehat dan sejahtera. Keempat, pendidikan desa berkualitas. 

Kemudian kelima, keterlibatan perempuan desa. Keenam, desa layak air bersih dan sanitasi. Ketujuh, desa berenergi bersih dan terbarukan. Kedelapan, pertumbuhan ekonomi desa merata. Kesembilan, infrastruktur dan inovasi desa sesuai kebutuhan.

Selanjutnya yang kesepuluh, desa tanpa kesenjangan. Kesebelas, kawasan permukiman desa aman dan nyaman. Kedua belas, konsumsi dan produksi desa sadar lingkungan. Ketiga belas, desa tangkap perubahan iklim. Keempat belas, desa peduli lingkungan laut. Kelima belas, desa peduli lingkungan darat. Keenam belas, desa damai berkeadilan. Ketujuh belas, kemitraan untuk pembangunan desa. Serta kedelapan belas, kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaftif.

"Saya berharap buku ini dapat memberikan pemahaman kepada seluruh desa terkait arah pembangunan desanya. Ada tiga buku SDGs Desa yang dinamakan trilogi SDGs desa. Buku pertama sudah terbit tentang SDGs Desa sebagai sebuah konsep. Kemudian buku kedua yang segera terbit, yakni metodelogi dan pengukuran SDGs Desa. Lalu buku ketiga, pilot project SDGs Desa," katanya.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : YC Kurniantoro