3
Netral English Netral Mandarin
07:19 wib
Partai Demokrat memecat sejumlah kader yang dianggap terlibat dan mendukung gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai atau kudeta. Pertumbuhan jumlah orang kaya raya atau crazy rich di Indonesia diproyeksi bakal melampaui China seiring dengan proses distribusi vaksin Covid-19 dilakukan.
Mendikbud Instruksikan tidak Ada Paksaan Berjilbab bagi Siswi non-Muslim, DS: Terimakasih Mas @nadiemmakarim

Kamis, 28-January-2021 13:40

Pegiat Medoa Sosial Denny Siregar
Foto : Istimewa
Pegiat Medoa Sosial Denny Siregar
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Siswi no-Muslim di SMK Negeri 2 Padang, Sumatera Barat, mulai tidak berjilbab lagi saat ke sekolah setelah adanya instruksi tegas dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) bahwa Nadiem Makarim, tidak boleh ada pemaksaan penggunaan jilbab, terutama bagi siswa non-Muslim.

Menurut Nadiem, hal itu merupakan pelanggaran HAM.

Terkait kejadian di SMKN 2 Padang, saya tekankan bahwa dengan berpedoman pada peraturan yang berlaku, yaitu Pasal 55 UU 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia bahwa setiap anak berhak untuk beribadah menurut agamanya, berpikir, dan berekspresi sesuai dengan tingkat intelektualitas dan usianya, di bawah bimbingan orang tua atau wali," kata Nadiem melalui akun resminya di Instagram, Minggu (24/1/2021).

Selain itu Nadiem menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Padang untuk menindaklanjuti kasus ini, jika terbukti salah, Nadiem menegaskan yang terlibat bisa saja dipecat.

"Saya meminta pemerintah daerah sesuai dengan mekanisme yang berlaku segera memberikan sanksi tegas atas pelanggaran disiplin bagi seluruh pihak yang terbukti terlibat, termasuk kemungkinan menerapkan pembebasan jabatan, agar permasalahan ini jadi pembelajaran kita bersama ke depan," kata Nadiem, Minggu (24/1/2021).

Terkait hal itu pegiat media sosial Denny Siregar (DS) angkat bicara dan dia pun berterima kasih kepada menteri pendidikan dan kebudayaan Nadiem Makarim karena telah menginstruksikan tidak boleh ada pemaksaan penggunaan jilbab, terutama bagi siswa non-Muslim.

"Terimakasih mas @nadiemmakarim," tulis Denny di akun Twitternya.

Selain itu Denny juga meminta sang menteri untuk memperhatikan sekolah-sekolah lain agar tidak ada kejadian pemaksaan pakai jilbab."Tolong sekolah2 negeri lain diperhatikan juga, di Riau terutama," ujarnya.

Cuitan Denny pun direspon berbagai komentar pro dan kontra oleh netizen. Berikut komentar netizen seperti yang terpantau netralnews.com, Kamis (28/1/2021).

@Leonida77409885: Seharusnya emg begitu... Semuanya mempunyai hak sesuai dg keyakinan masing2.. Begitu jg sebaliknya!!

@AgustonD: Tindak tegas intoleran dalam bentuk apaun. Kami sngat mendukung, demi terjaganya kebinekaan di negri tercinta, RI. Maju trus pak @nadiemmakarim

@KinanLarasati: Menohok ka jantungnya walkot padang nih ,,kalo dia paham ini kode keras dan sentilan pedas buatnya

@sen_zens: Walaupun sempat heboh dan viral di Medsos, akhirnya membuahkan hasil juga.@HadiPaulus: Terima kasih mas

@Dennysiregar7  menyuarakan hati minoritasThe Power of Nitezen 

@Adysiswanto02: Makasih juga bro @Dennysiregar7 sdh rajin meng up terus.Kl dibiarkan terus hal2 bgini kan aneh nanti kl anak saya sekolah di negri wajib pake jilbab tapi doanya "Bapa kami"

Polemik ini bermula saat seorang siswi kelas X SMKN 2 Padang Jeni Cahyani Hia menolak menggunakan jilbab sesuai peraturan sekolah. Hal itu berujung pemanggilan wali murid Jeni ke sekolah.

Kejadian itu pertama kali menguak lewat rekaman video pertemuan antara pihak sekolah dengan wali murid Jeni. Video itu diunggah oleh akun Facebook Elianu Hia yang diduga sebagai wali murid yang dipanggil pihak sekolah.

Dalam video yang viral itu, tampak pihak sekolah dan wali murid beradu pendapat soal penggunaan jilbab di sekolah.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sesmawati