Netral English Netral Mandarin
03:31wib
Aparat dari satuan TNI dan Polri akan menjadi koordinator dalam pelaksanaan tracing (pelacakan) Covid-19 dalam Pemberlakuan Pembatasan Sosial Masyarakat (PPKM) yang kembali diperpanjang. Presiden Joko Widodo memberi kelonggaran selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 diperpanjang mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.
Mengaku Difitnah Sebagai Antek SBY, Ketua BEM UI Bongkar Fakta Ini...

Jumat, 02-Juli-2021 17:45

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) , Leon Alvinda Putra (kiri)
Foto : Twitter Leon Alvinda
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) , Leon Alvinda Putra (kiri)
22

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Leon Alvinda Putra angkat bicara terkait berbagai tudingan miring terhadap dirinya setelah BEM UI mengkritik Presiden Jokowi dan mengunggah poster bertuliskan 'Jokowi: The King of Lip Service'

Salah satu tuduhan yang disinggung Leon, yakni ia disebut sebagai antek Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Leon mengatakan bahwa itu adalah fitnah.

"Yang terbaru fitnah dengan membuka jejak digital. Jadi banyak tuduhan-tuduhan bahwa saya antek presiden terdahulu dan sebagainya," kata Leon saat diwawancarai Karni Ilyas di kanal YouTube Karni Ilyas Club, Kamis (1/7/2021).

Leon mengungkapkan, isu itu bermula dari seorang Komisaris BUMN yang mengunggah tangkapan layar postingan akun Facebook-nya soal dirinya diundang ke Istana Negara pada 2013 silam.

Kala itu, kata Leon, dirinya yang masih berusia 15 tahun dan duduk di bangku kelas 2 SMP, diundang ke Istana karena menang lomba karya tulis dan penyuluhan tentang sanitasi yang diadakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Di Istana, lanjut Leon, ia bersama para siswa SMP lainnya yang menjadi duta sanitasi se-Indonesia dikukuhkan oleh istri Presiden SBY, Ani Yudhoyono.

"Saya menang di tingkat provinsi dan saya diundang sebagai duta sanitasi Jawa Tengah. Nah saat itu siswa-siswa SMP yang menjadi duta sanitasi se-Indonesia dikukuhkan di Istana Negara oleh almarhumah Ibu Ani," ungkapnya.

Momen ke Istana dan bertemu Ani Yudhoyono membuat Leon bahagia dan itu ia sampaikan di akun Facebook-nya. Namun, lanjut Leon, oleh oknum Komisaris BUMN dan beberapa pihak dipelintir seolah-olah Leon adalah antek Cikeas atau antek SBY.

"Saya tentunya bahagia sebagai anak kelas 2 SMP mendapat kesempatan ke istana negara, ya saya cuit dalam Facebook itu. Tapi kemudian dipelintir seolah-olah saya ini antek Cikeas, antek SBY dan lain sebagainya," jelas Leon.

Sebelumnya, beredar tangkapan layar status Facebook Leon pada 8 tahun silam yang menulis ucapan syukur karena mendapat kesempatan berkunjung ke Istana dan menemui Ani Yudhoyono.

Postingan Leon itu viral setelah BEM UI menyampaikan kritik dan menjuluki Presiden Jokowi king of lip service.

"Alhamdulillah dapat kesempatan berkunjung ke Istana Negara dan bertemu dengan Bu Ani," kata Leon dalam statusnya yang dibuat 25 Juni 2013.

Tangkapan layar postingan lawas akun Facebook Leon itu kemudian disebarluaskan oleh sejumlah pendukung Jokowi dan diberi narasi seolah Leon antek Cikeas atau SBY.

Salah satu pendukung Jokowi yang ikut menyebarkan tangkapan layar status Facebook Leon adalah Komisaris Independen PT. Pelni, Kristia Budiyarto atau yang akrab disapa Kang Dede.

“Kapan ke Istana lagi dek @Leo_Alvinda (akun Twitter Leon)?,” tanya Kang Dede di akun Twitter-nya, @kangdede78, Selasa (29/6/2021.

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati