Netral English Netral Mandarin
22:22wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Mengaku Pernah Disebut 'Rektor Bodoh', Musni Umar Dukung Roy Suryo Polisikan Ferdinand

Selasa, 21-September-2021 17:27

Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Musni Umar  dan Ferdinand Hutahaean
Foto : Istimewa
Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Musni Umar dan Ferdinand Hutahaean
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Menpora Roy Suryo mempolisikan eks politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean atas kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik.

Mengomentari hal itu, Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Musni Umar menyatakan dukungan kepada Roy Suryo. Pasalnya, Musni mengaku pernah disebut 'rektor bodoh' oleh Ferdinand.

"Saya dukung mas (Roy Suryo). Saya pun disebut rektor bodoh," tulis Musni di akun Twitternya, Senin (20/9/2021).

Dalam cuitannya, Musni tidak menjelaskan secara rinci kapan dan dalam konteks apa Ferdinand menyebutnya 'rektor bodoh'.

Sebelumnya, Roy Suryo melaporkan Ferdinand Hutahaean ke Polda Metro Jaya. Laporan Roy diterima polisi dengan nomor LP/B/4639/1X/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA tanggal 20 September 2021.

Roy melaporkan Ferdinand atas dugaan pencemaran nama baik dan/atau fitnah melalui media elektronik Pasal 27 ayat 3 Pasal 45 ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP.

"Hari ini saya bersama tim sudah membuat laporan atas seseorang buzzer juga," kata Roy Suryo di Polda Metro Jaya, Jakarta, kemarin.

Pelaporan itu terkait cuitan Twitter Ferdinand pada 14 September 2021 yang menyinggung soal 'mantan menteri yang kualitas logikanya bobrok' dan 'bawa perabotan negara pulang ke rumah pribadi'.

Dalam laporannya, pakar telematika itu melampirkan bukti tangkapan layar cuitan Ferdinand Hutahaean ke polisi.

"Dilaporkan pencemaran nama baik dan fitnah. Kenapa fitnah? Karena selain di-hate speech membodoh-bodohi saya dan menggoblok-goblokan saya, dia juga menulis menuduh saya membawa barang-barang ke rumah dari kantor," ungkap Roy Suryo.

Roy menjelaskan bahwa tudingan dia membawa barang-barang di Kemenpora ke rumahnya tidak terbukti benar dan itu merupakan fitnah. Menurutnya, kasus tersebut bahkan telah inkrah di pengadilan pada Mei 2019.

Karenanya, mantan petinggi Partai Demokrat itu menilai cuitan Ferdinand sangat keji dan kejam.

"Saudara FH ini sudah sangat keji dan kejam menuliskan itu secara vulgar. Maka hari ini laporannya diterima di Polda Metro Jaya. Jadi ini laporan saya terbaru atas dugaan pencemaran nama baik, penghinaan dan penyiaran kabar bohong," tegas Roy.

Diketahui, beberapa waktu lalu Ferdinand Hutahaean mengomentari pemberitaan media soal cuitan Roy Suryo mengenai harta kekayaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang naik di masa pandemi Covid-19.

Adapun Roy Suryo mencuit mempertanyakan caranya menjadi seperti Presiden Jokowi yang bekerja keras dan jujur di masa pandemi, tetapi hartanya bisa naik Rp8,9 miliar dalam setahun.

Pernyataan Roy itu dikomentari Ferdinand dengan menyinggung soal 'mantan menteri yang kualitas logikanya bobrok' dan 'bawa perabotan negara pulang ke rumah pribadi'.

Hal tersebut disampaikan Ferdinand melalui akun Twitternya pada Selasa (14/9/2021). Ia menautkan tangkapan layar pemberitaan media dengan judul berita "Roy Suryo Bikin Surat Terbuka ke Jokowi, Tanyakan Cara Agar Harta Bisa Naik Rp8,9 Miliar Saat Pandemi".

"Astagaaaa...!! Mantan menteri koq kualitas logikanya jadi sebobrok ini? Apa tidak malu bicara vulgar sebodoh ini? Harta kalau sudah berani laporkan ke KPK dijamin itu bersih," cuit @FerdinandHaean3.

"Yang pasti untuk nambah harta bukan dengan cara bawa perabotan negara pulang ke rumah pribadi. Kerja mas, kerja..!" kata Ferdinand. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli