Netral English Netral Mandarin
08:06wib
BMKG menyatakan gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga merupakan jenis gempa swarm dan perlu diwaspadai. Sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mengeluhkan soal aplikasi PeduliLindungi serta harga tes PCR yang dinilai mahal.
Galang Dana Makin Masif untuk Terorisme? Eko: Tiap Hari Diajak Masuk ke Surga, Ujungnya Minta Sumbangan

Sabtu, 25-September-2021 11:30

Eko Kuntadhi
Foto : FB.Eko Kuntadhi
Eko Kuntadhi
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Eko Kuntadhi mengaku akunya setiap hari dibanjiri ajakan masuk ke Surga namun ujungnya minta sumbangan.

“Hampir tiap hari WA gue dibanjiri oleh kata-kata manis ngajak masuk surga, yang ujungnya minta sumbangan. Intensitasnya meningkat saat pandemi ini,” kata Eko Kuntadhi, Sabtu 25 September 2021.

“Entah mereka dapat nomor telp dari mana. Sebuah gerakan yang masif...,” imbuhnya.

Eko Kuntadhi juga membagikan tautan berita beberapa waktu lalu tentang terkuaknya sejumlah transaksi diduga terkait aksi terorisme.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyatakan ada sebanyak 261 laporan transaksi bank yang terindikasi berkaitan dengan tindak pidana pendanaan terorisme (TPPT).

Hal ini berdasarkan analisis PPATK terhadap 5.000 laporan yang diterima selama lima tahun terakhir.

Kepala PPATK, Dian Ediana Rae menyampaikan, 261 laporan itu telah diteruskan kepada pemangku kepentingan terkait seperti Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Intelijen Negara (BIN), Kepolisan RI hingga Detasemen Khusus 88 (Densus).

"Itu bukan jumlah sedikit, tentu sangat-sangat mengkhawatirkan. PATK sudah mengeluarkan sekitar 261 informasi mengenai pendanaan terorisme atau bahkan radikalisme ke berbagai lembaga seperti Badan Intelijen Negara (BIN), Densus 88, juga kepolisian secara umum," kata Dian di acara webinar Dialog Kebangsaan bertajuk Penegakan Hukum di Sektor Jasa Keuangan, Jumat (24/9/2021).

Pada masa pandemi Covid-19, kata dia, transaksi keuangan mencurigakan yang terkait dengan pendanaan terorisme justru semakin marak. Pelaku kian gencar mengampanyekan ideologi mereka di tengah situasi krisis.

Beberapa modus yang dilakukan terkait pendanaan terorisme ini melalui penghimpunan dana masyarakat melalui media sosial maupun berupa sumbangan sukarela oleh individu maupun korporasi.

"Perkembangan yang terjadi akhir-akhir ini tidak menurun. Padahal, yang kita harapkan dalam situasi pandemi seperti sekarang ini aktivitas tersebut menurun, tetapi tidak seperti itu," ujarnya.

Ia menegaskan, fenomena pendanaan terorisme perlu menjadi perhatian yang serius. Pasalnya, masih ada segelintir orang yang memanfaatkan celah di sistem keuangan untuk melakukan transaksi kejahatan seperti pencucian uang dan pendanan terorisme yang jelas-jelas menyalahi perundang-undangan yang berlaku.

"Kegiatan-kegiatan yang sebetulnya sangat bertentangan dengan ideologi kebangsaan kita ini merupakan poin yang harus kita waspadai betul. Apalagi gerakan radikalisme dan terorisme saat ini merupakan sesuatu yang bukan bersifat lokal, tetapi bersifat global," ujarnya seperti dilansir CNBC Indonesia.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli