Netral English Netral Mandarin
10:40wib
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku siap maju menjadi calon presiden (capres) di Pilpres 2024. Presiden Joko Widodo ingin agar pelaksanaan penyuntikan booster vaksin Covid-19 dilakukan mulai awal 2022.
Mengaku Tinggalkan KPK dengan Kepala Tegak dan Berintegritas, Tak Diduga Novel Malah Kena Sentil Begini

Sabtu, 02-Oktober-2021 09:10

Novel Baswedan
Foto : Jawa Pos
Novel Baswedan
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -  Gegara mengaku keluar dari KPK dengan kepala tegak dan integritas tinggi, Novel Baswedan malah kena sentil pedas dari Denny Siregar.

“Habis bikin ribut sana sini, demo sana sini, ngotot pengen masuk ASN lagi, salahkan Jokowi, sewa mahasiswa utk demo supaya dapat simpati.. .. tiba saatnya dipecat, eh koar2 kalo dia keluar dengan kepala tegak dengan integritas tinggi,” kata Denny Siregar, Jumat malam 1 Oktober 2021.

“Pel, Nopel.. Cangkemmu kayak gilingan batu,” imbuhnya.

Untuk diketahui, sebanyak 57 pegawai KPK yang tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan sejak 30 September 2021 dinyatakan telah diberhentikan dengan hormat dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Puluhan pegawai KPK itu sempat melakukan long march dari Gedung Merah Putih KP hingga Gedung Puat Edukasi Antikorupsi KPK yang kurang lebih berjarak 500 meter.

Melalui akun Twitternya, Novel Baswedan yang sebelumnya dikenal sebagai penyidik KPK mengungkapkan, ia dan rekan-rekannya keluar dari KPK dengan citra yang baik dan selalu menjaga integritas.

Baca Juga: Kota Yogyakarta Kaji Aturan Izin Penyelenggaraan Konser, Wali Kota: Semua Orang Harus Saling Menjaga

“Kami keluar dengan kepala tegak karena menjaga integritas,” tulis Novel Baswedan. “Kemarin saya  dan kawan-kawan resmi berhenti dengan hormat dari KPK. Alhamdulillah kami berhenti meninggalkan legasi yang baik,” ungkapnya melalui akun Twitternya @nazaqistsha.

Ia mengaku selama ini bersama rekan-rekan telah menorehkan prestasi yang hebat dalam upaya pemberantasan korupsi. “Prestasi penindakan, pencegahan dan manajemen SDM yang hebat. Tidak berbuat tercela/pelanggar etik,” lanjutnya.

Dilansir dari Antara, perwakilan pegawai M Praswad Nugraha mengatakan para pegawai yang diberhentikan akan mendeklarasikan Indonesia Memanggil 57 Institute (IM57+Institute).

"IM57+Institute yang kemudian ke depannya kami akan menjadi satu wadah untuk bersatu berkolaborasi melanjutkan kerja-kerja pemberantasan korupsi," kata Praswad di Gedung ACLC seperti dikutip dari Antara.

IM57+Institute diharapkan menjadi sarana bagi para pegawai yang diberhentikan tersebut untuk berkontribusi dalam pemberantasan korupsi melalui kerja-kerja pengawalan, kajian, strategi, dan pendidikan antikorupsi

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sulha Handayani