Netral English Netral Mandarin
22:32wib
Ahli patologi klinis Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Tonang Dwi Ardyanto menduga bahwa varian Omicron sudah masuk Indonesia. Sebanyak 10.000 buruh akan menggelar aksi unjuk rasa di tiga tempat, yakni Istana Kepresidenan, Mahkamah Konstitusi, dan Balai Kota DKI Jakarta, hari ini.
Mengapa Kopi Gayo Disukai Dunia? Ternyata Ini Alasannya

Minggu, 24-Oktober-2021 20:20

Pameran dan pelepasan ekspor kopi Gayo Aceh.
Foto : Kemendag
Pameran dan pelepasan ekspor kopi Gayo Aceh.
17

TAKENGON, NETRALNEWS.COM - Kopi dari Aceh sudah tak diragukan lagi keaslian nikmatnya. Banyak dunia mencari kopi dari Aceh. Beragam alasannya, ada yang senang dengan robusta namun tak sedikit yang meyakini kenikmatan kopi arabika Gayo.

Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional bersama PT Astra International Tbk melakukan pelepasan ekspor satu kontainer Kopi Aceh Gayo Arabica ke Inggris dengan nilai sekitar Rp1,4 miliar yang dikelola oleh Pesantren Darul Mujahadah Al Waliyyah, PT Merador Kopi Berjaya, dan Koperasi Gayo Leuser Antara.

Pelepasan ekspor tersebut berlangsung di Takengon, Aceh Tengah. Mewakili Bupati Aceh Tengah, turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tengah Subhandhy, serta disaksikan secara virtual  oleh Atase Perdagangan di Den Haag dan Atase Perdagangan di London. 

Pesantren Darul Mujahadah Al Waliyyah, PT Merador Kopi Berjaya, dan Koperasi Gayo Leuser Antara merupakan fasilitator kopi Aceh Gayo Desa Sejahtera Astra (DSA) Takengon yang selama ini bekerja sama membina petani kopi Aceh Gayo.

“Pelepasan ekspor ini merupakan salah satu hasil kerja sama Ditjen PEN Kemendag dan PT Astra International Tbk dalam program Pengembangan Ekspor Produk Unggulan Desa. Dalam kerja sama ini, kami berkomitmen meningkatkan kapasitas ekspor sekitar 755 desa dalam program DSA agar berdaya saing dan mampu berkompetisi di pasar global,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi, Minggu, (24/10/2021). 

Didi menjelaskan, dalam program ini kedua pihak sepakat untuk menciptakan minimal 100 desa yang mampu ekspor secara mandiri dan mendapatkan repeat order dalam kurun waktu kerja sama selama dua tahun.

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Marolop Nainggolan menyampaikan, pelepasan ekspor ini diharapkan dapat membuat kopi asal Indonesia dikenal lebih luas lagi. Dimana Inggris merupakan negara tujuan ekspor Indonesia ke-9 dengan nilai ekspor sebesar USD 15 juta. 

“Kami berharap, kegiatan pelepasan ekspor ini akan menandai peningkatan nilai ekspor kopi Indonesia, sekaligus membawa Kopi Aceh Gayo menjadi lebih dikenal lagi oleh dunia,” pungkas Marolop.

Penandatanganan Letter of Intent

Usai melakukan pelepasan ekspor, dilakukan penandatanganan Letter of Intent antara PT Astra International Tbk dengan The Coffee Cupping International (CCI) yang berkantor pusat di Belanda. Penandatanganan dilakukan oleh Executive Producer The Coffee Cupping International Sharon Reyes dan Head of Environment & Social Responsibilty PT Astra Diah S. Febrianti.

Selain mencakup tentang komitmen pembelian kopi yang akan dikirimkan pada awal 2022, kerja sama ini juga mencakup peningkatan kapasitas petani dan pengembangan perkebunan kopi Indonesia yang berkelanjutan untuk pasar global. Saat ini, Belanda merupakan negara tujuan ekspor kopi ke-23 Indonesia dengan nilai ekspor sebesar USD 3,88 juta.

“Penandatanganan ini juga merupakan tindak lanjut dari pengiriman sampel kopi DSA yang difasilitasi oleh Atase Perdagangan RI di Den Haag, Belanda beberapa bulan yang lalu,” jelas Marolop.

 

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Wahyu Praditya P

Berita Terkait

Berita Rekomendasi