Netral English Netral Mandarin
12:40wib
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi tentang peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia untuk Minggu 1 Agustus 2021. Seluruh gerai Giant di Indonesia resmi tidak lagi beroperasi di Indonesia mulai hari ini, Minggu (1/8/2021).
Mengapa Warga Badui dan Masyarakat Adat Lainnya Cenderung Tak Tersentuh COVID-19? Ini Penjelasan Kemendikbudristek

Sabtu, 19-Juni-2021 19:15

Perkampungan suku Baduy di Banten.
Foto : abouttng.com
Perkampungan suku Baduy di Banten.
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Kemendikbudristek Sjamsul Hadi mengatakan masyarakat adat cenderung tidak tersentuh pandemi COVID-19.

“Pandemi ini banyak terjadi di perkotaan. Justru masyarakat di perkampungan bahkan masyarakat adat tidak tersentuh COVID-19,” ujar Sjamsul dalam webinar “Menyongsong kemerdekaan, memahami krisis dan kemelut COVID-19” yang dipantau di Jakarta, Sabtu (19/6/2021).

Menurutnya, masyarakat adat menjunjung tinggi kearifan lokal. Misalnya masyarakat Baduy di Kanekes, Banten, begitu juga masyarakat adat Dayak di Kalimantan.

“Banyak lokus masyarakat adat berada, pandemi tidak masuk ke dalamnya,” tambah dia.

Masyarakat dapat mengisolasi diri karena dengan kearifan lokal bisa menguatkan imunitas tubuhnya, kebutuhan nutrisi mereka, serta tidak tergoncang dengan adanya pandemi COVID-19.

“Melalui webinar ini, membuka wacana baru dan masyarakat bisa memanfaatkan kekayaan alam yang ada di Indonesia,” harap Sjamsul.

Sjamsul menambahkan dalam pandemi, yang paling terasa kesenjangan pemahaman tentang COVID-19, karena cukup banyak kelompok yang mendatangi pusat belanja dan menimbulkan kerumunan. 

Selama ini pesan yang disampaikan ke tengah masyarakat lebih berupa instruksi.

“Mungkin dengan pemahaman yang lebih baik tentang virus COVID-19 masyarakat dapat diajak untuk berpikir ilmiah berdasarkan sumber yang jelas sekaligus bisa mengatasi “infodemik” (informasi berlebihan yang beredar luas, sehingga membingungkan dan menyulitkan upaya penanganan wabah itu sendiri) yang terjadi,” ujarnya seperti dilansir dari Antara.

 

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP