Netral English Netral Mandarin
02:27wib
Relawan Sahabat Ganjar kembali melakukan deklarasi mendukung Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden 2024. Penembakan seorang ustad bernama Armand alias Alex di depan rumahnya Jalan Nean Saba, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Tangerang hingga kini masih menjadi misteri.
Mengejutkan! Denny: Percayalah, di Balik Demo Tolak PPKM, Mereka Sudah Siapkan Agenda Licik Turunkan Jokowi

Jumat, 23-Juli-2021 07:38

Denny Siregar dan Presiden Joko Widodo
Foto : Kolase Netralnews
Denny Siregar dan Presiden Joko Widodo
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Denny Siregar secara mengejutkan mengungkap ada kelompok yang sudah menyiapkan rencana untuk turunkan Jokowi di masa pandemi. 

Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun FB-nya, Kamis 232 Juli 2021. 

Berikut catatan lengkap Denny Siregar:

Baca Juga :

HATI-HATI, MEREKA MULAI MAINKAN DEMO LAGI..

Saya sudah mendengar desas desus untuk menurunkan Jokowi disaat pandemi ini, sudah lama..

Baca Juga :

Sejak awal pandemi dan mereka memaksa lockdown, saya sudah memprediksi bahwa seruan lockdown itu hanya jebakan saja. 

Lockdown akan membuat ekonomi kita terjerat dan yang kena dampak langsungnya adalah rakyat kecil. Dan rakyat kecil yang lapar ini akan digerakkan untuk melakukan demo besar yang ujungnya adalah keributan. 

Baca Juga :

Pemaksaan lockdown itu bukan karena mereka perduli kesehatan. Bukan. Tapi hanya strategi utk bisa memainkan langkah politiknya. 

Mereka tau, kalau masalah banyak yang mati kena Covid, rakyat tidak akan bisa diajak bergerak. Tapi kalau sudah urusan perut, hmm.. sulut saja apinya. Kebakar semua.

Catat aja, partai mana yang diawal-awal sibuk dengan teriakan lockdown. Itulah ularnya..Dan disaat PPKM darurat ini, mereka mulai lagi memainkan genderangnya. 

Ramai ajakan untuk turun ke jalan menolak PPKM darurat. Mereka nanti akan menyamar jadi mahasiswa, driver ojol, jadi pedagang kaki lima, jadi rakyat kecil yang lapar dan butuh makan. Tapi mereka itu sebenarnya adalah gabungan dari HTI, FPI, oposisi dan pengangguran yang suka keributan karena dibayar seperti kelompok Anarko.

Perhatikan pola mereka. Demonya akan berlangsung di Jakarta. Tapi pesertanya biasanya bukan orang Jakarta, tapi orang yang dimobilisasi dari kantung-kantung radikalis di daerah Jabar.Jadi hati2 para pedagang kecil, jangan mau dimanfaatkan nama kalian oleh mereka. PPKM akan dilonggarkan tanggal 26 Juli nanti, dan sudah bisa gerak mencari uang lagi meski belum sesempurna waktu belum ada pandemi.

Sebarkan berita ini kepada orang terdekat, di wa grup keluarga,  supaya jangan mau diprovokasi untuk turun ke jalan menolak perpanjangan PPKM darurat. 

Percayalah, dibalik demo penolakan itu, mereka sudah menyiapkan agenda licik yang sebenarnya, yaitu "Turunkan Jokowi.."

Seruput kopinya..

Demo tolak PPKM

Sebelumnya dinukil CNN Indonesia, ratusan orang olak PPKn orang menggelar aksi demonstrasi menolak penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Kota Bandung, Rabu (21/7).

Massa yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, ojek online, dan pedagang menggelar aksi tolak PPKM tersebut di Balai Kota, Bandung. Mereka menilai pemberlakuan PPKM yang dilakukan mulai dari pusat hingga daerah dianggap tidak berdampak terhadap pengendalian Covid-19 dan malah menyengsarakan masyarakat.

Mereka tampak membawa spanduk dan poster berisi protes PPKM darurat. 'Bandung sekarat, Wali Kota ngapain? PPKM membuat rakyat melarat' bunyi pesan dari spanduk yang dibentangkan massa aksi.

Peserta aksi juga tampak membentangkan poster berisi tulisan 'PPKM (Pelan-pelan Kita Mati)'.

Tak sampai di situ, massa aksi menggelar orasi memprotes penerapan PPKM. Mereka lantas bergemuruh meneriakkan 'Tolak, tolak, tolak PPKM. Tolak PPKM sekarang juga'.

Para demonstran mengungkapkan PPKM telah merampas hak hidup masyarakat tidak hanya di Ibu Kota tetapi juga di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Bandung. Kebijakan PPKM dianggap mematikan perekonomian di daerah.

Ratusan orang menggelar aksi demonstrasi menolak penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Kota Bandung, Rabu (21/7). Foto: CNN Indonesia/HuyogoPutra (28), salah seorang pedagang di pusat perbelanjaan elektronik yang mengikuti aksi demonstrasi mengatakan PPKM telah menyengsarakan dirinya karena tidak bisa berjualan selama lebih dari dua pekan.

"Kami sangat dirugikan sebagai pedagang khususnya pedagang BEC. Kontrakan tetap harus dibayar, tidak ada keringanan, apakah ini solusinya? Ada aturan harusnya ada solusi istri," kata Putra.

Menurut Putra, langkah pemerintah dan pihak kepolisian menutup jalan telah memutus perekonomian. Akibatnya, istri dan anaknya menderita kelaparan.

"Istri dan anak kami harus makan sementara bapak digaji enak. Penutupan jalan tidak efektif bagi kami," ujarnya.

Hal senada juga dikeluhkan ojek online. Galih Azka (30) mengaku pendapatannya berkurang lantaran biaya bahan bakar naik daripada biasanya

"Jalan ditutup kita tambah susah. Habis bensin banyak, kalau biasa Rp20 ribu, sekarang harus keluarin Rp35 ribu," tuturnya.

Galih berharap pemerintah membuka akses jalan agar pendapatannya kembali naik.

"Saat PPKM sehari dapat Rp32 ribu, padahal biasa bisa sampai Rp100 ribu lebih," ucapnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menegaskan PPKM darurat akan dilonggarkan hanya jika kasus Covid-19 turun.

"PPKM Darurat baru akan dilonggarkan bertahap apabila tren kasus Covid-19 menurun," tulis Jokowi lewat akun Twitter @jokowi.

PPKM Darurat seharusnya berakhir kemarin, Selasa (20/7).  Namun pemerintah melakukan perpanjangan hingga 25 Juli. Presiden Jokowi menyebut pemerintah akan melakukan pelonggaran bertahap jika kasus menurun dalam lima hari ke depan.

Perpanjangan PPKM dituangkan dalam Instruksi Mendagri Nomor 22 dan 23 Tahun 2021. Namun, tak ada lagi nama PPKM Darurat. Pelaksanaan PPKM dibarengi penyaluran bantuan sosial untuk mengurangi beban warga yang terdampak pandemi.

Pemerintah menggunakan nama PPKM Level 4 untuk pembatasan di 124 kabupaten/kota di Jawa dan Bali. Pembatasan serupa juga berlaku di 15 kabupaten/kota di luar Jawa-Bali. Untuk daerah lainnya, pemerintah menerapkan PPKM Mikro.

"Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia yang menginstruksikan agar melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 (empat) Corona Virus Disease (COVID-19) di wilayah Jawa dan Bali," dikutip dari Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2021.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto