Netral English Netral Mandarin
18:36wib
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan dunia berada di jalur bencana lantaran pemanasan global yang terus berlangsung. Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 11 calon hakim agung usulan Komisi Yudisial (KY) di Komisi III DPR akan digelar pada pekan depan.
Mengenal Masker Selang dan Filter Udara Serta Fungsinya

Sabtu, 17-Juli-2021 16:56

Masker selang dalam menyaring udara dan virus sama dengan masker kain.
Foto : Shopee
Masker selang dalam menyaring udara dan virus sama dengan masker kain.
39

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Belakangan ini ramai dibicarakan mangenai masker selang yang digunakan  Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Sebelumnya Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya dan Pengusaha Muda Richard Muljadi juga menggunakan masker selang. 

Masker jenis ini memiliki fitur tambahan yakni selang yang terhubung dengan kipas, berfungsi mengirimkan udara yang akan dihirup.

Terkait efektivitasnya, spesialis paru dr Erlang Samoedro SpP, mengatakan masker selang dalam menyaring udara dan virus sama dengan masker kain. Hanya saja, kipas menambah rasa nyaman karena memastikan udara masuk sehingga tidak pengap.

Hepa Filter

Selain masker selang, mengingat pandemi virus corona seakan tidak ada habisnya. Tidak heran, sebagian besar orang masih terus berlomba-lomba untuk menjaga kesehatan dirinya agar terhindar dari paparan virus penyebab COVID-19.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah paparan virus corona adalah dengan menggunakan air purifier dengan HEPA filter.Ini karena alat tersebut memiliki penyaring yang katanya mampu membasmi partikel udara terkecil, termasuk virus corona.

Apa itu HEPA Filter?

HEPA alias High Efficiency Particulate Air adalah jenis filter udara mekanis yang bekerja dengan menyaring debu, asap rokok, bulu hewan, dan lainnya yang terdapat dalam udara.

Filter tersebut dapat membantu menjaga kemurnian udara di dalam rumah Anda.HEPA filter biasa ditemukan pada alat penyedot debu dan air purifier yang dijual secara bebas di pasaran.

Kebanyakan orang memanfaatkan filter jenis ini untuk mencegah reaksi alergi dan serangan asma, karena mampu menyerap partikel-partikel yang sangat kecil.

“HEPA filter disebut sebagai penyaring partikel yang kuat, karena mampu menyaring partikel ukuran 0.3 mikron. Sistem kerja HEPA filter adalah dengan menyaring udara dan membersihkannya,” kata dr. Devia Irine Putri, dilaniar laman klikdokter.

Perlu diketahui, dalam sistem HVAC (Heating Ventilating Air Conditioning), udara yang ada dalam suatu ruangan biasanya akan disaring melalui prefilter melalui medium filter, baru kemudian disaring lagi melalui HEPA filter.Jika sudah melalui dua proses ini, maka udara yang ada di dalam ruangan akan terasa sangat bersih.

“HEPA filter memang harus dipantau terus kondisinya. Sebab, jika sampai rusak, fungsinya dalam menyaring partikel menjadi tidak optimal,” tambah dr. Devia.

Anda mungkin bertanya-tanya, apakah HEPA filter juga bisa digunakan untuk mencegah paparan virus corona di dalam rumah?

Mengutip Consumer Reports, para pakar kualitas udara dan virologi mengatakan bahwa HEPA filter sebenarnya tidak bisa mencegah penyebaran virus corona dalam skala besar.

Karena pada dasarnya, filter jenis ini hanya dapat memberikan perlindungan pada kondisi-kondisi tertentu saja.Misalnya, ketika sebuah ruangan karantina COVID-19 menggunakan penyaring udara dengan HEPA filter, maka ini membantu melindungi anggota keluarga atau perawat yang bertugas mengawasi pasien tersebut.

"Kami belum memiliki bukti langsung bahwa filter tersebut dapat bekerja untuk mengurangi penularan virus corona jenis baru," kata ahli kualitas udara dalam ruangan dan profesor teknik sipil di University of Toronto yang telah meneliti pemurni udara portabel dengan berbagai partikel udara, Jeffrey Siegel.

“Tapi pada tahun 2003, selama wabah SARS terjadi, Otoritas Rumah Sakit Hong Kong merekomendasikan untuk menggunakan pemurni udara portabel dengan HEPA filter untuk membantu mengurangi risiko penularan ke petugas kesehatan,” tambah Siegel.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Infectious Diseases dan sedang dikaji di BMC Infectious Diseases menunjukkan, penyaringan udara dapat membantu mengurangi risiko penularan campak dan influenza.

Menanggapi hal tersebut, dr. Devia mengatakan, apabila filter HEPA yang dipakai memiliki MERV (Minimum Efficiency Reporting Value) yang tinggi, ini bisa dimanfaatkan untuk menyaring udara di suatu ruangan, salah satunya ruangan yang terdapat virus corona di dalamnya.

“Biasanya akan dipakai HEPA filter dengan MERV 16 sampai 20. Alat ini umumnya digunakan untuk steril ruangan di rumah sakit, seperti kamar operasi,” jelas dr. Devia.

“Penggunaan HEPA filter saja tidaklah cukup. Kelembapan udara dan ventilasi ruangan juga penting diperhatikan. Jadi, HEPA filter hanya membantu mengurangi risiko penularan, dan tidak 100?ektif mencegah paparan corona,” sambungnya.Pembersih udara dengan HEPA filter tidak bisa dijadikan acuan untuk mencegah virus corona. Karena pada dasarnya, cara terbaik untuk mencegah paparan virus penyebab COVID-19 ini adalah dengan menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.

“Pembersih udara dengan HEPA filter boleh saja digunakan untuk menurunkan risiko penularan corona. Tapi, Anda tetap harus mengutamakan protokol kesehatan. Misalnya, menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, rajin mencuci tangan dengan sabun, rajin menggunakan hand sanitizer, dan jangan keluar rumah jika tidak ada kepentingan mendesak,” pungkas dr. Devia. 

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Sesmawati