Netral English Netral Mandarin
03:51wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Mengenal “Pagit-Pagit” Makanan Unik Khas Suku Karo, Sumatera Utara

Minggu, 10-Oktober-2021 05:00

Pagit-pagit khas suku Karo.
Foto : Inspirasi Karo
Pagit-pagit khas suku Karo.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Pagit dalam bahasa setempat artinya adalah “pahit”. Pagit-pagit atau bisa diebut juga dengan trites memiliki rasa yang pahit. Makanan khas suku Karo, Sumatera Utara ini berbahan dasar dari rumput yang telah dimakan dan masuk kedalam lambung sapi/lembu/kerbau.  

Mungkin bagi sebagian orang yang belum mengetahuinya makanan ini dianggap berasal dari kotoran sapi. Namun ternyata hal itu bukanlah anggapan yang benar. Karena rumput yang diambil dari perut sapi masih segar.

Ketika sapi, kerbau atau lembu memakan rumput, maka rumput itu akan dimamah dan disimpan dalam perutnya. Rumput tersebut kemudian dimamah kembali barulah rumput tersebut dicerna. Artinya rumput dimakan belumlah dicerna. Memang rumput tersebut memilki bau, namun itu bukanlah kotoran. Rumput yang diambil dari hewan memamah biak ini yang dinamakan sebagai trites atau pagit-pagit.

Berdasarkan Wikipedia, proses pembuatan pagit-pagit ini tidaklah mudah dan tidak dapat dilakukan secara sembarang, karena jika sampai salah dalam mengolah pagit-pagit nantinya akan berbau amis. Ada trik khusus  yang dilakukan untuk mengambil rumput di dalam perut sapi. Agar mengurangi bau dan rasa pahitnya, pagit-pagit dimasak dengan bumbu lainnya, seperti serai, jahe, asam yang cukup banyak, rimbang dan daun-daunan.

Pagit-pagit tidak dapat dimakan kapan saja. Biasanya makanan ini dihidangkan pada acara-acara tertentu seperti Merdang Merdem (syukuran panen raya) atau pesta kerja tahun, memasuki rumah baru dan memberangkatkan anak merantau. Syukuran pesta tahun dilangsungkan setelah panen selesai. 

Reporter : Kalingga Murda
Editor : Sulha Handayani