Netral English Netral Mandarin
11:38wib
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku siap maju menjadi calon presiden (capres) di Pilpres 2024. Presiden Joko Widodo ingin agar pelaksanaan penyuntikan booster vaksin Covid-19 dilakukan mulai awal 2022.
Mengingatkan Keras! Letjend Dudung: Saya Ini Bukan Ulama, DS: Keren Jenderal! Kami Bersamamu

Jumat, 17-September-2021 09:20

Letjend Dudung dan Denny Siregar
Foto : Kolase Netralnews
Letjend Dudung dan Denny Siregar
23

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pangkostrad Letnan Jenderal Dudung Abdurachman akhirnya angkat suara keras menanggapi pernyataan miring sejumlah tokoh yang ditujukan sebelumnya kepadannya. 

Ia mengingatkan ke publik bahwa dirinya bukan Ulama tetapi Panglima Kostrad.

Denny Siregar ikut membuat pernyataan dukungan kepada Letjend Dudung.

“Keren, Jendral! Itu emang orang2 lebay yang suka ngeributin pernyataan seseorang, sok paling Islam dari lainnya tapi gak berbuat apa2 cuman sibuk komentar supaya dikenal.. Maju terus, Jendral. Kami bersamamu,” kata Denny Siregar, Jumat 17 September 2021.

Denny sebelumnya juga membela pernyataan Letjend Dudung.

"Pernyataan Pangkostrad Letjen TNI Dudung, "Semua agama itu benar di mata Tuhan.." itu membuat hati gua nyesss... Pangkostrad begitu dewasa dalam menyikapi perbedaan dengan statemennya yang bijak. Semoga kelak anda menjadi Panglima TNI, Jenderal!" katanya.

Untuk diketahui, Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal (Letjen) TNI Dudung Abdurachman memberikan penjelasan atas ucapannya yang menyebut semua agama benar di mata Tuhan. 

Pernyataan itu sebelumnya disampaikan Letjen Dudung saat menghadiri acara di Markas Yonzipur 9/Para, Divif 1 Kostrad, Bandung, Senin (13/9). 

Belakangan ucapan Dudung itu dikritik oleh sejumlah pihak, satu di antaranya dari pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI). 

Menjawab kritik itu, Dudung pun mengaku sebagai Pangkostrad perlu mengatakan semua agama benar saat berbicara di hadapan prajuritnya.

Sebab, eks Pangdam Jaya itu memiliki prajurit yang berasal dari berbagai pemeluk agama. 

"Saya ini Panglima Kostrad, bukan ulama. Jika ulama mengatakan bahwa semua agama itu benar, berarti ia ulama yang salah," kata Dudung dalam keterangan persnya, Kamis (16/9). 

Jenderal bintang tiga itu mengaku tidak mau prajurit di Kostrad terjebak dalam fanatisme berlebihan sehingga dirinya berucap tentang semua agama benar. 

"Saya ingin anak buah saya jangan sampai terpengaruh dengan pihak luar di dalam beribadah. Hal ini agar tidak menimbulkan fanatisme yang berlebihan. Kemudian menganggap agama tertentu paling benar. Sementara agama lainnya, salah," beber Dudung.

Letjen Dudung juga menegaskan ucapannya tentang semua agama benar berkaitan dengan kebangsaan. Diharapkan prajurit di Kostrad bisa menjaga toleransi antarumat beragama. 

"Semata-mata untuk menjaga toleransi antar-umat beragama. Sekaligus menciptakan kerukunan antar-umat beragama demi soliditas anggota Kostrad," tutur dia. 

Menurut pria kelahiran Bandung itu, masing-masing pemeluk pasti meyakini agamanya benar dan diterima Tuhan. 

Berangkat dari situ, alumnus Akademi Militer 1988 itu bisa menyimpulkan semua agama benar.

"Oleh karena itulah, bisa disimpulkan dari masing-masing agama, bahwa semua agama di hadapan Tuhan, semua benar," pungkas Letjen TNI Dudung Abdurachman dinukil JPNN.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P