Netral English Netral Mandarin
03:52wib
PB HMI pimpinan Abd. Muis mengajak kader HMI untuk aksi turun ke jalan mengkritik pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19. Jumlah tes Covid-19 menurun sepekan terakhir. Padahal, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memerintahkan tes ditingkatkan hingga 400 ribu sehari.
Menikmati Kepulauan Seribu dengan Kapal Pesiar

Kamis, 25-Maret-2021 06:50

Menikmati Kepulauan Seribu dengan Kapal Pesiar.
Foto : Kemenparekraf
Menikmati Kepulauan Seribu dengan Kapal Pesiar.
21

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menikmati Kepulauan Seribu dengan menggunakan kapal pesiar dan menginap di dalamnya, mungkin masih sangat asing bagi para para pecinta traveling. Kini sudah hadir kapal pesiar yang bisa membawa Anda berkeliling Kepulauan Seribu, termasuk menginap dengan suguhan keindahan gugusan Kepulauan Seribu.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) berharap kapal  pesiar ini dapat menjadi daya tarik wisata baru di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Hal tersebut dikemukakan oleh Deputi Bidang Produk Wisata Dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf Rizky Handayani, Selasa, (23/4/2021).

“Kita tahu sebenernya di Pulau Seribu ini memiliki potensi pariwisata yang luar biasa. Namun, hanya sedikit orang yang memaknai bahwa Kepulauan Seribu bagian dari atraksi wisata di DKI Jakarta. Dengan adanya Kapal pesiar ini diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata yang baru di Pulau Seribu,” kata Rizki Handayani.

Kapal pesiar tersebut rampung pada tahun 2020, di Tanah Beru, Bulukumba Sulawesi Selatan. Kapal yang berukuran sepanjang 30 meter ini dibuat secara tradisional oleh pembuat kapal terbaik di Tanahberu, Bulukumba, Sulawesi Selatan. Badan kapalnya terbuat dari kayu ulin dan kayu jati.

Kapal ini mengusung konsep live on board dengan menawarkan paket wisata seperti brunch trip dan sunset trip, yaitu berlayar selama empat jam di Teluk Jakarta. Serta ada day trip yaitu berlayar ke Kepulauan Seribu selama satu hari penuh. Apabila wisatawan ingin ingin menginap, kapal pesiar ini juga memiliki paket menginap di atas kapal selama 1 malam atau 2 malam.  

Ruang makan (Dok: Kemenparekraf)

Kapasitas kapal ini sebanyak 12 tamu. Fasilitas yang disediakan yaitu 4 kamar tidur, lengkap dengan 4 kamar mandi, ruang makan, dapur, smart TV, ruang karaoke, koleksi buku, mainan anak-anak dan 2 ruang santai.

Trip activities yang ditawarkan diantaranya adalah snorkeling, scuba siving, freedive, kayaking, bird watching, yoga, coral planting, dan lainnya.

“Kapal pesiar ini juga menawarkan paket-paket wisata yang berkaitan dengan environmental sustainability seperti beach clean up yang diharapkan menjadi pembelajaran bagi para pengunjung bagaimana wisata yang bertanggung jawab dengan tetap menjaga lingkungan sekitar,” kata Rizki.

Wisata  live on board ini juga memiliki paket privet trip, dimana pengunjung hanya berlayar dengan groupnya masing-masing. Sehingga, hal tersebut dinilai sesuai dengan konsep wisata di masa adaptasi kebiasaan baru yaitu lebih customized, personalized, localized, dan smaller in size. Selain itu, berwisata live on board merupakan pandemic winner, karena saat ini wisata minat khusus seperti live on board ini sangat digemari.

==phinisi3.jpg

Kamar tidur di dalam kapal pesiar. (Dok: Kemenparekraf)

Harga yang ditawarkan kapal pesiar ini sekitar Rp1,000,000 hingga Rp3,250,000. Harga tersebut tergantung dari paket-paket yang diambil oleh wisatawan.

Rizki Handayani mengingatkan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE secara ketat dan disiplin. Agar terciptanya rasa aman dan nyaman bagi wisatawan saat berlayar menggunakan kapal Agustine Phinisi.

Sebelumnya Kemenparekraf/Baparekraf telah membuat hand book atau buku panduan mengenai protokol kesehatan berbasis CHSE yang dapat diunduh melalui situs https://chse.kemenparekraf.go.id/.

Pemilik sekaligus Direktur kapal pesiar ini, Diandra Hadi menuturkan lagu nenek moyangku seorang pelaut, merupakan sepenggal lirik dari lagu nasional yang menunjukkan bahwa Indonesia memiliki identitas kemaritiman yang sangat kental. Diandra pun meyakini bahwa masyarakat yang tinggal di pusat kota mendambakan melakukan wisata ditemani dengan keindahan laut Indonesia.

“Sebagai warga Jakarta yang banyak bermain dan belajar di Kepulauan Seribu sejak kecil, saya ingin dapat memperlihatkan dan mempromosikan keindahan Kepulauan Seribu ke banyak orang. Karena walaupun jaraknya dekat, ternyata masih banyak warga Jakarta yang belum mengetahui keindahan Kepulauan Seribu“ tambahnya.

Untuk itu, dengan adanya kapal pesiar ini diharapkan dapat memberikan dampak yang positif bagi sektor pariwisata di Kepulauan Seribu, serta dapat memperkenalkan dan menumbuhkan rasa cinta dan apresiasi lebih terhadap keindahan alam Indonesia yang selalu dibanggakan. 

Reporter :
Editor : Sulha Handayani