Netral English Netral Mandarin
15:30wib
Amerika Serikat mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke Indonesia karena angka penularan infeksi virus corona (Covid-19) yang dinilai tinggi dan kemungkinan adanya serangan teror. Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di RSD Wisma Atlet mulai mengalami peningkatan pada 3-4 pekan pasca-Lebaran. BOR RS sudah mencapai 75,19 persen.
Menikmati Mural dari penjaringan hingga George Town

Kamis, 25-Maret-2021 08:30

Mural dengan mudah ditemui di gang-gang di George Town.
Foto : Dok: NNC/Sulha
Mural dengan mudah ditemui di gang-gang di George Town.
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Datang ke kawasan destinasi wisata kita bukan hanya bisa menikmati keindahan alam sekitarnya, tapi juga nuasana atau pemandangan berbeda yang tak ditemui di tempat lain.

Salah satu keindahan sebuah tempat adalah seni melukis di tembok atau yang biasa disebut mural.

Mural, salah satu seni lukis dengan medium dinding yang dari waktu ke watu terbukti kian menarik minat. Tidak mengherankan jika banyak destinasi memanfaatkan mural sebagai daya tarik wisata.

Penang, Malaysia punya gang-gang di George Town yang kaya mural dan diburu wisatawan. Di Jakarta, sesungguhnya ada juga mural-mural cantik di kawasan Penjaringan. Sayangnya mural-mural cantik yang mengajak penikmatnya berinteraksi itu, tak terawat. Banyak yang tertutup tanaman atau pun barang-barang tak terpakai. 

Salah satu sudut gang di kawasan George Town. Dok:NNC/Sulha

Apa pun, mural terbukti mampu menjadi daya tarik. Banyak wisatawan yang datang ke sebuah destinasi dengan salah satu agenda berburu mural dan mengabadikan sebagai kenangan.

George Town


Georgetown merupakan kawasan kota tua di Penang. Banyak bangunan bersejarah dan rumah-rumah tua di kawasan ini. Tidak mengherankan jika pemerintah Malaysia menetapkan sebagai kawasan yang dilindungi, dan kemudian membagi berdasarkan zona, yakni zona inti, zona pendukung, dan zona di luar Georgetown yang menunjukkan modernitas dengan gedung-gedung menjulang, hotel dan resort, mau pun pusat-pusat perbelanjaan modern.

Zona inti dan penyangga di Georgetown menarik ditelusuri. Di dua zona itu, wisatawan bisa menikmati suasana kota tua dengan berjalan kaki. Dari semua jalanan (biasanya jalan disebut dengan kata lebuh), jangan lewatkan Lebuh Armenian dan sekitarnya yang menawarkan beberapa hal menarik.

Gang-gang di Lebuh Armenian dan sekitarnya bisa dikatakan paling sering memberi kejutan dengan mural yang mempesona. Meski dilukis di dinding yang cat atau semennya sudah mengelupas, dijamin mural-mural itu akan membuat wisatawan gembira, hingga memunculkan hasrat untuk memotret dan dipotret.
Bagaimana tidak, selain lukisannya menarik, juga menawarkan foto dengan efek tiga dimensi. Konon, salah satu pelukis muralnya adalah seniman asal Lithuania bernama Ernest Zacharevic dan tentu sebagian lagi seniman lokal. 

Di Penjaringanjuga ada mural. (Dok:Lintang)

Jakarta

Suka bangunan tua dan mural-mural cantik? Cobalah jalan-jalan di sepanjang Jalan Parkit, Ekor Kuning, dan Kakap, kawasan Penjaringan, Jakarta. Lokasinya sangat dekat dengan Pelabuhan Sunda Kelapa.

Meski dibeberapa titik trotoar kurang nyaman karena ada mobil atau motor parkir, namun memutari tiga jalan yang membentuk empat bersegi panjang itu cukup menyenangkan. Jangan segan bertanya ke penduduk setempat, karena sebagian gambar tersembunyi atau lebih tepatnya tertutup pot besar dengan pohon tinggi. Alhasil, jika tidak cermat, maka dari trotoar di sisi seberangnya tidak akan terlihat.

Beberapa mural di kawasan itu cukup interaktif. Di Jalan parkit ada lukisan anak sedang bermain lompat tali. Di Jalan Ekor Kuning ada gambar gerobak, tempat di mana pengunjung bisa beraksi seolah mendorong gerobak sayur tersebut. Ada juga lukisan yang mengajak pengunjung duduk, seolah sedang potong rambut, lengkap dengan kaca dan papan tarif.
Di Jalan Kakap bisa dijumpai lukisan yang memanfaatkan dinding rumah cukup besar, dengan beragam aktivitas, termasuk becak. Masih banyak lagi yang menarik, termasuk rumah-rumah tua yang masih dihuni.

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani