Netral English Netral Mandarin
15:27wib
Amerika Serikat mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke Indonesia karena angka penularan infeksi virus corona (Covid-19) yang dinilai tinggi dan kemungkinan adanya serangan teror. Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di RSD Wisma Atlet mulai mengalami peningkatan pada 3-4 pekan pasca-Lebaran. BOR RS sudah mencapai 75,19 persen.
Menikmati Wisata Alam Green Canyon Pangandaran

Selasa, 16-Maret-2021 14:40

Suasana di Green Canyon Pangandaran.
Foto : Bodyrafting Guhabatu
Suasana di Green Canyon Pangandaran.
41

PANGANDARAN, NETRALNEWS.COM - Green canyon atau ngarai hijau merupakan salah satu obyek wisata di Jawa Barat. Letaknya di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Tepatnya 31 kilometer dari Kota Pangandaran.

Oleh masyarakat sekitar lokasi ini disebut Cukang Taneuh. "Cukang" sendiri memiliki arti "jembatan" dan "taneuh" berarti "tanah", sehingga cukang taneuh diartikan sebagai jembatan yang terbuat dari tanah.

Pemandangan green canyon ini dapat dinikmati dengan menaiki perahu, memasuki celah sempit di antara batu besar yang memisah sungai. Jangan khawatir, meskipun banyak pengunjung, perahu-perahu yang melintas tidak akan bertabrakan karena di sana sudah ada petugas yang berjaga di atas batu untuk mengatur lintas perahu.

Perjalanan perahu akan terhenti di antara arus sungai yang deras dan bongkahan batu besar yang menghempit perahu. Di lokasi ini, Anda sudah berada di goa untuk menyaksikan ngarai hijau yang spektakuler. Selanjutnya, terserah Anda. Kegiatan bisa dilanjutkan dengan berenang.

Suasana di Green Canyon Pangandaran (Seputar Pangandaran)

Sebagai gambaran, Pangandaran adalah salah satu kawasan karst yang berada di bagian Selatan Jawa Barat. Selain Pangandaran (Ciamis), Jawa Barat memiliki kawasan karst lainnya, yakni di daerah Purwakarta dan Cibinong.

Kawasan dengan ekosistem karst ini memiliki keanekaragaman dan kekayaan ekosistem yang belum terungkap seluruhnya. Salah satu ciri yang sangat menonjol pada kawasan ini adalah banyak goa yang terbentuk oleh alam dengan lanskap yang unik.

Asal usul cukang taneuh yang merupakan jembatan tanah ini memiliki lebar tiga meter dan panjang sekitar 40 meter, sebagai sarana penghubung masyarakat Desa Kertayasa dan Desa Batu Karas.

Bagi warga setempat, fenomena alam ini dianggap biasa saja dan sekadar memanfaatkan fungsi penghubung antara dua desa yang berdekatan. Namun, fenomena alam ini akan terlihat berbeda jika ada pelancong dari Prancis yang berkunjung ke tempat ini. Turis Prancis ini akhirnya pada 1993 melejitkan lokasi ini dengan sebutan Green Canyon.

Green Canyon Pangandaran sendiri terbentuk dari hasil pelarutan batuan kapur di sungai bawah tanah yang mengalir di antara celah bebatuan. Proses ini berlangsung selama ribuan tahun sehingga membentuk ngarai, batuan karst, dan membentuk ornamen-ornamen cantik seperti stalagtit dan stalagmit.

Air Cijulang yang melintasi green canyon sangat jernih dengan lumut yang melimpah, sehingga mempengaruhi warna air menjadi hijau toska. Ini yang menjadi alasan Cukang Taneuh dikenal dengan Green Canyon.

                   

 

 

Reporter : Aldiyansah Saputra
Editor : YC Kurniantoro