Netral English Netral Mandarin
21:36wib
Aparat dari satuan TNI dan Polri akan menjadi koordinator dalam pelaksanaan tracing (pelacakan) Covid-19 dalam Pemberlakuan Pembatasan Sosial Masyarakat (PPKM) yang kembali diperpanjang. Presiden Joko Widodo memberi kelonggaran selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 diperpanjang mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.
Meninggal di Tanah Suci Dapat Bidadari, EK Sebut Hanya untuk Lelaki, Perempuan Hanya Jadi Pemuas dan Pabrik Anak

Jumat, 11-Juni-2021 11:48

Eko Kuntadhi
Foto : Kolase Netralnews
Eko Kuntadhi
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Eko Kuntadhi kembali mencuit pernyataan yang menghebohkan. Ia menanggapi tautan berita yang mengungkap bahwa meninggal di tanah suci akan menikahi bidadari surga. 

Eko kemudian menulis bahwa ketentuan tersebut hanya berlaku untuk kaum laki-laki. Sementara kaum perempuan menjadi warga kelas dua. 

“*) Syarat dan ketentuan berlaku. Hanya untuk lelaki,” kata Eko Kuntadhi, Jumat 11 Juni 2021.

“Perempuan adalah umat kelas dua. Selalu menjadi objek. Baik sebagai pemuas maupun sebagai pabrik anak,” imbuhnya.

Tulisan yang diunggah Eko Kuntadhi berjudul “Keutamaan Meninggal di Tanah Suci; Menikahi Bidadari Surga,” dan dilansir Republika.

Berikut isi catatan tersebut:

Selama musim haji tidak sedikit jamaah haji yang meninggal dunia di Tanah Suci. Kalimat Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali) itu yang hendaknya diucapkan setiap terjadi musibah, termasuk musibah meninggalnya jamaah haji. Kalimat ini disebut istirja (pernyataan kembali kepada Allah).

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah- buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang- orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: 'Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun'. (QS al-Baqarah [2]: 155-156).

Tidak sedikit keutamaan bagi jamaah haji yang meninggal dunia di Tanah Suci. Pertama, termasuk syahid. Nabi shalallahu alaihi wassalam bersabda, Barang siapa yang meninggal dunia dalam perjalanan haji, ia seperti orang yang mati di jalan Allah (HR Muslim).

Kedua, diperkenankan memberikan syafaat untuk kerabat. Dengan mendapatkan keistimewaan yang dijanjikan, seperti diampuni dosanya, melihat tempatnya di surga, dilindungi dari azab kubur, merasakan manisnya iman, dinikahkan dengan bidadari surga, dan diperkenankan memberikan syafaat bagi 70 orang kerabatnya (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Ketiga, dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan bertalbiyah. Nabi shalallahu alaihi wassalam bersabda, Ketika seseorang tengah melakukan wukuf di Arafah, tiba-tiba terjatuh dari hewan tunggangannya lalu hewan tunggangannya menginjak lehernya sehingga meninggal. Maka, Nabi shalallahu alaihi wassalam bersabda: 'Mandikanlah dengan air yang dicampur daun bidara lalu kafanilah dengan dua potong kain'-dan dalam riwayat yang lain: 'dua potong kainnya'--dan jangan diberi wewangian. Jangan ditutupi kepala dan wajahnya. Sesungguhnya, ia akan dibangkitkan pada hari kiamat nanti dalam keadaan bertalbiyah, (HR Bukhari dan Muslim).

Keempat, pahala hajinya ditulis hingga hari kiamat. Nabi shalallahu alaihi wassalam bersabda, Barang siapa keluar untuk berhaji lalu meninggal dunia, dituliskan untuknya pahala haji hingga hari kiamat. Barang siapa keluar untuk umrah lalu meninggal dunia, ditulis untuknya pahala umrah hingga hari kiamat. Dan barang siapa keluar untuk berjihad lalu mati maka ditulis untuknya pahala jihad hingga hari kiamat, (HR Abu Ya'la).

Semoga Allah SWT menerima dan menggolongkan jamaah haji yang meninggal dunia sebagai husnul khatimah, meraih keutamaan yang dijanjikan, dan bagi keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Amiin.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati