Netral English Netral Mandarin
00:10wib
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memastikan kebijakan karantina berlaku untuk semua tim MotoGP 2022 tanpa terkecuali. Pemerintah memutuskan memberi nama ibu kota negara baru Indonesia dengan istilah Nusantara. Pemberian nama tersebut dinilai terkesan Jawa Sentris.
Menjelajahi Desa Sejahtera Temanggung, Penghasil Kopi dan Wisata Alam

Senin, 29-November-2021 19:40

Desa Temanggung penghasi kopi.
Foto : Astra
Desa Temanggung penghasi kopi.
0

TEMANGGUNG, NETRALNEWS.COM - Sebuah usaha merawat kopi konon katanya sama dengan merawat manusia. Perlu ketelatenan dan pemenuhan unsur yang baik agar menghasilkan kopi dengan cita  rasa yang berkualitas.

Usaha penuh ketelatenan ini juga dilakukan oleh masyarakat Desa Sejahtera Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, sehingga mereka dapat merasakan manfaat dari  kopi.

Desa Muncar, satu dari 14 desa yang dibina Astra melalui DSA yang terletak di dataran  tinggi Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, dan Gunung Prau, menghasilkan produk biji  kopi robusta yang saat ini telah dikenalkan ke Belanda.

Kopi yang dipromosikan ke Negeri Kincir Angin tersebut memiliki kualitas yang bagus  dengan harga lebih dari Rp40.000 per kilogram, lebih tinggi dari harga di level petani yang  biasanya hanya Rp26.000 per kilogram, sehingga dapat menambah pendapatan para  petani kopi.

Hingga tahun 2021, pendapatan petani setempat mengalami kenaikan dari hasil produksi  kopi. Para petani memperoleh pendapatan hingga Rp30 juta per tahun.

“Tekad saya untuk mengangkat martabat Temanggung melalui DSA. Dengan kemauan dan kerja keras para penduduk dan dukungan Astra, DSA Temanggung mulai memproduksi kopi dengan berbagai varian,” ujar tokoh penggerak DSA Temanggung  Sofiyudin Achmad kepada para peserta Workshop Lingkungan 202.

DSA merupakan kontribusi sosial berkelanjutan Astra yang fokus pada pemberdayaan  kewirausahaan di tingkat desa sesuai dengan potensi desa masing-masing. Warga desa  diberikan pendampingan mulai dari pelatihan, bantuan prasarana, hingga fasilitas modal dan pemasaran produk, bahkan di antaranya sampai ke pasar ekspor.

Sebelumnya, pendapatan penduduk hanya bersumber dari pengumpulan kayu, kini  masyarakat memiliki mata pencaharian beragam dari sektor pariwisata, ekonomi kreatif,  agrikultur dan olahan, peternakan dan perikanan.

Sejak dibina sebuah perusahaan otomotif pada 2018, jumlah masyarakat terpapar program DSA hingga tahun  2021 mencapai 5.500 orang dari hanya sekitar 200 orang pada tahun 2018. Penyerapan  tenaga kerja tahun 2021 juga meningkat menjadi 80 orang dari semula hanya 20 orang  pada tahun 2018.

“Pada 2020, masyarakat mulai memperluas produk turunan dan  menggencarkan promosi kopi baik secara daring maupun luring. Pada 2021, dilakukan  perluasan buyer kopi beragam rasa, promosi dan penjajakan ekspor kopi ke Belanda  hingga memperluas DSA dan mitra binaan dari awalnya 3 desa pada 2018 menjadi 14  desa di 2021,” tuturnya. 

DSA Temanggung tidak hanya memiliki kopi sebagai salah satu ikon, tetapi juga memiliki  potensi wisata alam, hasil kolaborasi antara desa wisata perkebunan berbasis kopi dan 
konsep agrowisata budaya.

Budidaya kopi Muncar, sebagai salah satu potensi desa, mulai mengalami kenaikan yang  signifikan. Selain kopi, produksi panganan lainnya antara lain minuman gula semut jahe,  berbagai keripik seperti keripik pisang, keripik debok, keripik daun kopi, dan keripik talas.

Sementara komoditas lainnya berupa vanili, cengkeh, kemukus, aren dan pisang tanduk.

Para penduduk dan fasilitator juga mulai mengelola berbagai sumber daya alam seperti Curug Lawe yang terkenal dengan hutan tropisnya, begitu pula Lembah Blawong, tempat yang tepat untuk menikmati matahari pagi sembari memandang gunung-gunung yang berjajar dengan rapi.

 

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Sesmawati

Berita Terkait

Berita Rekomendasi