3
Netral English Netral Mandarin
23:12 wib
Kementerian Lingkungan Hidup mengungkap ada peningkatan titik panas yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan di beberapa provinsi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan kegiatan sekolah tatap muka bisa dilakukan pada semester kedua tahun ini, atau tepatnya pada Juli 2021 mendatang.
Menkes Beri Perhatian Pada Kesehatan dan Status Gizi Remaja, Ini Tujuannya

Selasa, 26-January-2021 09:00

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin
Foto : Kementerian Kesehatan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM − Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa remaja yang sehat merupakan investasi masa depan bangsa. Generasi muda memiliki peranan penting untuk melanjutkan estafet pembangunan dan perkembangan bangsa. Di tangan merekalah arah negata ini ditentukan.

“Para remaja akan sangat menentukan apakah Indonesia bisa naik kelas di tataran dunia nantinya, itu sebabnya negara-negara yang banyak memiliki populasi usia muda akan menjadi negara besar nantinya,” katanya dalam puncak peringatan Hari Gizi Nasional ke-61 yang digelar secara daring dan luring pada Senin (25/1/2021).

Untuk itu kesehatan dan status gizi para remaja harus dipersiapkan sejak dini, sehingga prediksi Indonesia mendapatkan bonus demografi pada 2030 mendatang dapat menghasilkan generasi penerus bangsa yang produktif, kreatif dan berdaya saing. Salah satu masalah kesehatan yang menjadi fokus pemerintah adalah penanggulangan anemia pada remaja puteri.

Anemia merupakan masalah kesehatan yang menyebabkan penderitanya mengalami kelelahan, letih dan lesu sehingga akan berdampak pada kreativitas dan produktivitasnya. Tak hanya itu, anemia juga meningkatkan kerentanan penyakit pada saat dewasa serta melahirkan generasi yang bermasalah gizi.

Angka kejadian anemia di Indonesia terbilang masih cukup tinggi. Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi anemia pada remaja sebesar 32 %, artinya 3-4 dari 10 remaja menderita anemia. Hal tersebut dipengaruhi oleh kebiasaan asupan gizi yang tidak optimal dan kurangnya aktifitas fisik.

Kementerian Kesehatan telah melakukan intervensi spesifik dengan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja puteri dan ibu hamil. Selain itu, Kemenkes juga melakukan penanggulangan anemia melalui edukasi dan promosi gizi seimbang, fortifikasi zat besi pada bahan makanan serta penerapan hidup bersih dan sehat.

“Hal-hal yang harus dilakukan kepada para remaja adalah memastikan gizinya terpenuhi, fisiknya kuat, saya lihat dibeberapa program isi piringnya harus lengkap, rutin olahraga, yang mungkin contohnya harus dimulai dari Kementerian Kesehatan,” imbuhnya.

Menkes menegaskan bahwa pembangunan manusia Indonesia harus mencakup seluruh perkembangan baik fisik, kognitif, psikologis, dan sosial. Keempatnya harus berjalan beriringan dan berkesinambungan untuk mewujudkan pembangunan kesehatan yang berkelanjutan, demi tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

“Keempat tataran ini yang harus dilakukan bersama-sama, dan Kemenkes memiliki tanggung jawab yang besar untuk membangun di tataran fisik,” tutur Menkes.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP