Netral English Netral Mandarin
20:18wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Menkumham Harus Bertanggung Jawab atas Kebakaran Lapas

Kamis, 09-September-2021 15:00

Kebakaran di Lapas kelas I Tangerang
Foto : Istimewa
Kebakaran di Lapas kelas I Tangerang
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly dinilai sebagai pihak yang bertanggung jawab atas terbakarnya Lapas kelas I Tangerang beberapa waktu lalu.

Hal tersebut dikatakan ahli Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI), Ahcmad Hisyam. Menurutnya, kebakaran yang menewaskan 41 orang tersebut diakibatkan oleh adanya kelalaian.

"Ya ini harus menjadi tanggung jawab dari kementrian Hukum dan Ham, tanggung jawab Dirjenpas dan Kalapasnya itu," kata Achmad Hisyam, Kamis (9/9/2021).

"Intinya, sih, Menteri (Hukum dan Ham) harus bertanggung jawab entah apa caranya," sambungnya.

Kalaupun kebakaran tersebut karena kecelakaan, tetap saja itu sebuah kelalaian. Karena menurutnya, kecelakaan pasti didahului oleh kelalaian.

"Terlepas penyebabnya entah itu sengaja ataupun tidak disengaja itu harus diselidiki lebih jauh dan ada yang bertanggung jawab," ujar dia.

Adapun tanggung jawab yang dimaksud bisa dengan sang menteri mengundurkan diri ataupun dengan cara memberi santunan yang cukup bagi anak-anak narapidana yang menjadi korban.

"Mungkin dengan cara dia mundur atau dia ngasih santunan ke keluarga korban dengan jumlah yang cukup untuk anak anaknya.

"Mestinya, nih, harus ada yang ditunjuk hidungnya, ini salah elu!" tegasnya.

Dirinya menyayangkan adanya kebakaran tersebut, hingga menelan 41 korban jiwa dan puluhan luka-luka.

Dikatakan Hisyam, seharusnya Lapas Kelas I Tangerang memiliki standard operasional procedur (SOP) bagaimana cara mengevakuasi penghuni sel bila terjadi bencana ataupun kecelakaan.

"Kayak di gedung perkantoran, kan, ada penangan bencana, kan. Jalur evakuasinya SOP-nya ada bila terjadi bencana. Karena gak mungkinlah ada kelalaian tanpa melanggar prosedur," pungkasnya.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani