Netral English Netral Mandarin
21:37 wib
Tersiar informasi bahwa Kejaksaan Agung memeriksa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan karena adanya unrealized loss investasi. Dibalik suksess harum bumbu masak mi instan indomie ternyata ada Hj Nunuk Nuraini yang kemarin, Rabu, (27/1/2021), tutup usia.
Mensos Minta Tagana - Kopassus Antisipasi Dampak La Nina

Kamis, 17-December-2020 23:15

Mensos Muhadjir Effendy didampingi Danjen Kopassus Mayjen TNI Mohamad Hasan
Foto : Kementerian Sosial
Mensos Muhadjir Effendy didampingi Danjen Kopassus Mayjen TNI Mohamad Hasan
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Letak geografis Indonesia berada di cincin api menjadikan salah satu negara yang rawan bencana. Tahun ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dari Januari hingga 10 Desember terdapat 2.676 bencana.

“Kondisi itu membuktikan Indonesia rawan bencana, ditambah pademi Covid-19 hingga 16 Desember berjumlah 636.154 kasus terpapar, 521.984 sembuh, serta 19.248 meninggal, ” ujar Menteri Sosial (Mensos) Ad Interim Muhadjir Effendy.

Pernyataan itu disampaikan Mensos didampingi Danjen Kopassus Mayjen TNI Mohamad Hasan Pada Apel Kesiapsiagaan Tagana dan Kopassus Dalam Rangka Mengatasi Dampak La Nina di Markas Komando Kopassus, Cijantung, Jakarta, Kamis (17/12/2020).



Turut hadir dalam acara Wadanjen Kopassus Brigjen TNI Tri Budi Utomo, Ir Kopassus, Para Asisten, Dangrup 3, Dansat 81, Dandenma, Kainfolahta, Kapen, Kakes, Kapal, Kabekang, Kazeni, serta Kahub.

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) merilis data pada akhir Desember  hingga Maret 2021 diprediksi terjadi fenomena alam La Nina, yang menyebabkan curah hujan berkembang  sampai 40?ri kondisi musim hujan biasa.

“Presiden menyampaikan bahwa fenomena La Nina diprediksi meningkatkan akumulasi curah hujan bulanan dan meminta kita mengantisipasi berbagai kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi," kata Mensos Muhadjir.  
 
Sejak lama Kementerian Sosial melaksanakan penanggulangan bencana berbasis masyarakat, salah satunya melalui pembentukan Taruna Siaga Bencana (Tagana) pada 24 Maret 2004 di Lembang Bandung, Jawa Barat.  

“Tagana merupakan relawan penanggulangan bencana dan hasil verifikasi Oktober 2020 Tagana aktif ada 26.026 personil di seluruh Indonesia," tandasnya. 

Selama ini, Tagana telah berkiprah nyata dalam penanggulangan bencana dan meraka adalah pegiat kemanusiaan tanpa pamrih bekerja untuk melayani korban bencana baik itu bidang evakuasi, shelter, logistik dan dapur umum, layanan dukungan psikososial serta layanan lainnya. 

“Dalam situasi pedemi Covid 19, selain melakukan tugas di atas juga memberikan pelayanan pemakaman korban Covid-19 di masing masing daerah," katanya. 

Menyikapi situasi potensi bencana di atas dan pendekatan penanggulangan berbasis masyarakat yang dimiliki Kementerian Sosial, agar penanggulangan lebih berdaya dan tepat guna, sehingga harus bersinergi dengan pihak terkait.

“Kami telah menjalin kerjasama melalui Nota Kesepahaman dengan TNI Nomor : 9 Tahun 2018, Nomor : KERMA/32/IX/2018, Tentang Percepatan Penyelenggaraan  Kesejahteraan Sosial, salah satunya adalah tentang penanggulangan bencana," papar Muhadjir. 

Adapun digelar apel kesiapsiagaan sebagai upaya sangat penting merapatkan barisan dan kemampuan serta sumber daya lainnya untuk menghadapi fonomena alam La Nina yang sudah mulai terjadi.

Selain itu, Mensos Muhadjir Effendy berpesan agar menjadikan apel sebagai momen konsolidasi antara Tagana se-Indonesia dan prajurit TNI dalam hal ini Kopassus agar benar-benar bersinergi pada situasi bencana.

“Saya meminta kepada seluruh Tagana untuk meningkatkan kesiapsiagaan atas kemungkinan terjadi bencana dampak La Nina, serta terus bekerjasama dengan berbagai pihak, termasuk dengan para prajurit Kopassus," pinta Muhadjir.

Dalam upaya penanggulangan benacana, tidak saja saat kedaruratan tetapi diawali sebelum terjadi bencana, pada saat serta pasca terjadi bencana.

“Saat di lapangan agar tetap menjujung tinggi kemanusiaan, selalu menjaga dan mensosialisasikan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan dengan sabun di air mengalir," pungkas Mesos Muhadjir. 


 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani