Netral English Netral Mandarin
02:01 wib
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meyakini dirinya tertular Covid-19 saat makan karena harus melepas masker. Ia pun mengimbau masyarakat menghindari makan-makan bersama orang lain. akan menggunakan GeNose, alat deteksi virus corona atau Covid-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM), di sejumlah stasiun kereta api di Indonesia mulai 5 Februari 2021.
Mensos Risma Buka Akses Pekerjaan kepada Pemulung yang Dia Temui di DKI

Jumat, 08-January-2021 16:27

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini Mengantar 5 Orang PPKS di Balai Karya “Pangudi Luhur” Bekasi
Foto : Kementerian Sosial
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini Mengantar 5 Orang PPKS di Balai Karya “Pangudi Luhur” Bekasi
10

BEKASI, NETRALNEWS.COM – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini didampingi Dirjen Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) Harry Hikmat mengantar langsung lima orang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Balai Karya “Pangudi Luhur” Bekasi untuk memulai kerja di Grand Kamala Lagoon, Bekasi.

Risma membuka akses pekerjaan kepada PPKS yang beberapa hari lalu dia temui di wilayah DKI Jakarta.

“Kami beri akses pekerjaan kepada 5 pemulung yang kami temukan di berbagai lokasi kemarin. Kami sudah hubungkan dengan pihak Grand Kamala Lagoon dan Insya Allah mereka akan bekerja mulai hari ini,” terang Risma, Jumat (8/1/2021).



PPKS ini yaitu M Faisal yang ditemukan di Pasar Baru pada 4 Januari 2021, Roni Adnan yang merupakan rujukan dari Dinas Sosial Kabupaten Subang pada 5 Januari 2021, Muhamad Rohim yang ditemukan di Jalan Salemba Jakarta Pusat pada 6 Januari 2021, Firman Utina dan Irman Yuda yang ditemukan di Stasiun Manggarai pada 6 Januari 2021.

Di Balai Karya “Pangudi Luhur” Bekasi, mereka akan diberikan keterampilan berwirausaha seperti budidaya ikan lele, keterampilan membuat pupuk kompos, budidaya tanaman hidroponik dan keterampilan lainnya yang mampu memberikan nilai ekonomi. Kemensos juga akan membuka rumah makan di sekitar balai dan pekerjanya adalah PPKS yang telah diberi keterampilan.

Balai dalam hal ini tidak hanya memberikan layanan rehabilitasi sosial dan pemberdayaan sosial, tetapi harus dapat memastikan PPKS bisa mandiri, merubah cara berfikir, merubah perilaku dan diberi pelatihan sebagai bekal aftercare.

“Konsepnya adalah, untuk mengurangi pengeluaran PPKS, caranya dengan memberi bantuan sosial. Namun harus ada tambahan pendapatan agar mereka keluar dari kemiskinan,” kata Risma.

Mereka akan di asesmen oleh pihak Grand Kamala Lagoon, perusahaan yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pembangunan Perumahan (PP) Tbk. Mereka akan di tempatkan sesuai dengan latar belakang pendidikan terakhir. 

“Saya diinfokan dari Kementerian Sosial bahwa ada binaan dari kementerian yang bisa kami akomodir, selama kita bisa membantu kita akan mengakomodir apa yang jadi program Kementerian Sosial,” beber Perwakilan dari PT PP (Persero), Rudi.

Rudi menjelaskan bahwa Kawasan Grand Kamala Lagoon di Bekasi ini luasnya 24 hektar. Ada apartemen, ada hotel dan ada kawasan yang dikelola sendiri dari building management PP Properti. Oleh karena itu perusahaan membutuhkan tenaga-tenaga untuk penataan taman.

“Perusahaan juga butuh untuk building management di apartemen, untuk memonitor token listrik, untuk cleaning service. Jadi, kita akan menyesuaikan,” jelasnya.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati