Netral English Netral Mandarin
11:47wib
Publik dihebohkan dengan ucapan selamat hari raya dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kepada umat Baha'i. Video itu jadi sorotan karena Baha'i bukan salah satu dari enam agama yang diakui negara. Menaker Ida Fauziyah menyatakan karyawan dengan gaji di atas Rp 3,5 juta tetap bisa mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 1 juta.
Mensos Risma Siap Mediatori 11 Ribu Pekerja Migran yang Tiba di Indonesia

Jumat, 18-Juni-2021 16:52

Menteri Sosial, Tri Rismaharini menerima audiensi Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) H M Ali Baal Masdar di Jakarta, Jumat (18/6/2021).
Foto : Kemensos
Menteri Sosial, Tri Rismaharini menerima audiensi Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) H M Ali Baal Masdar di Jakarta, Jumat (18/6/2021).
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menyatakan kesiapannya menjadi mediator dalam pemulangan 11.000 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia. Kementerian Sosial (Kemensos) siap memfasilitasi penyediaan lahan hidup mereka di daerah masing-masing. 

Sebelumnya, Mensos Risma menerima usulan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, agar PMI ditampung di shelter lebih dulu. Namun, ia menolak usulan tersebut. 

“Saya menyarankan untuk PMI asal Sulawesi Barat langsung saja dipulangkan ke tempatnya masing-masing,” kata Mensos Tri Risma usai menerima audiensi Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) H M Ali Baal Masdar di Jakarta, Jumat (18/6/2021).

PMI asal Sulbar akan datang secara bergelombang. Pada kesempatan awal diperkirakan akan tiba 1000 orang. Kemudian akan datang lagi sekitar 7.500 orang bulan depan, sampai mencapai 11.000 orang.

Mensos menyakinkan Gubernur Ali, Kemensos akan ikut berkontribusi mengatasi masalah PMI sesampainya di tanah air. Mensos mengaku akan menjadi mediator agar mereka pulang ke daerah masing-masing. 

"Saya akan menyurati kepala daerah yang mampu untuk membiayai. Bagaimanapun itu juga warganya,” ujar Mensos.  

Melalui Gubernur Ali, Mensos berpesan kepada kepala daerah di Sulbar agar memetakan potensi yang bisa dikembangkan di daerahnya. Potensi itu yang harus digali dan dikembangka untuk memberdayakan PMI yang tiba di tanah air.

Oleh karena itu, Mensos minta Gubernur Sulbar agar melakukan tracing lebih dulu kepada PMI. Apa saja ketertarikan PMI terhadap bidang pekerjaan yang bisa menjadi gantunggan hidup setelah mereka tiba di daerah asal.

“Kita akan pikirkan dari sekarang mereka akan bekerja apa, bagaimana kemudian kita dapat melakukan treatment. Dari awal PMI diwawancarai, ditanya keinginan mereka itu apa. Sehingga saat mereka datang bisa kita tangani,” ucap Mensos. 

Pemetaan terhadap potensi daerah juga penting dilakukan, sebab dari sana Kemensos akan menentukan jenis intervensi apa yang bisa disinergikan.

“Pendataan untuk potensi yang ada di Sulawesi Barat juga perlu. Sehingga Kemensos dapat membantu mengembangkan potensi yang ada,” Mensos menambahkan.

Peran Kemensos sendiri dalam pemulangan PMI yaitu mulai dari Rehabilitasi Sosial, Pemulangan, sampai Reintegrasi. 

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengaku sangat mengapresiasi sambutan dan kesediaan Mensos membantu memediatori kepulangan PMI. Kesediaan Mensos yang akan membantu, merupakan sinyal penting bagi Pemprov Sulbar untuk meningkatkan kesiapan menerima PMI.

“Ya kami sangat berterima kasih atas kesediaan Mensos membantu kami. Pemprov Sulbar akan segera menyiapkan langkah-langkah sebagaimana disampaikan Mensos, termasuk tadi melakukan tracing,” kata Gubernur Ali Baal.

Dalam suasana pandemi, Gubernur Ali Baal juga memastikan, tracing juga diberlakukan dalam konteks penerapan protokol kesehatan. 

“Kami pastikan, PMI akan dicek kesehatannya sebelum tiba di daerah. Sehingga tidak menimbulkan masalah baru,” katanya.

Meskipun diakui semua ini memang perlu proses, Gubernur Ali Baal berjanji akan secepatnya berkoordinasi dengan Kemensos. Tujuannya agar para PMI tetap berada di Indonesia dan tidak kembali ke luar negeri. 

“Pemprov Sulbar akan bersinergi dengan Kemensos mengembangkan program pemberdayaan bagi PMI,” kata gubernur.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli