3
Netral English Netral Mandarin
08:38 wib
Ketua Majelis Tinggi Partai Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku merasa bersalah karena pernah memercayai dan memberikan jabatan kepada Moeldoko ketika masih menjadi presiden. Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengucapkan terima kasih setelah terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dalam kongres luar biasa (KLB) kubu kontra-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Menyamaratakan Buzzer Pro Jokowi sebagai BuzzeRp Merupakan Kebohongan Yang Nyata! 

Kamis, 11-Februari-2021 21:05

Pemerhati politik dan ekonomi Rustam Ibrahim.
Foto : Twitter
Pemerhati politik dan ekonomi Rustam Ibrahim.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sejumlah pihak mengecam, mengkritik dan mengeluhkan aksi pendengung atau buzzer yang menyerang para pengkritik serta pihak-pihak yang berkomentar miring soal pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) di media sosial. 

Bahkan, beberapa tokoh dan politisi oposisi menuding para buzzer yang menyerang pengkritik pemerintah sebagai buzzeRp atau buzzer yang dibayar untuk membela pemerintah. 

Mengomentari hal itu, pemerhati politik dan ekonomi Rustam Ibrahim berpendapat, menyamaratakan buzzer pendukung pemerintah sebagai buzzerRp merupakan sebuah kebohongan. 

"Menyamaratakan influencer/buzzer pendukung pemerintah sebagai buzzerRp menurut saya merupakan kebohongan yang nyata," tulis Rustam di akun Twitternya, Kamis (11/2/2021). 

Pasalnya, lanjut Rustam, banyak pendukung Presiden yang sukarela melawan buzzer-buzzer yang menyerang Jokowi dengan hoaks, cacimaki dan hinaan. 

"Banyak yang mendukung Presiden Jokowi dari awal dengan dana sendiri, melawan buzzer-buzzer lawan politiknya yang mengandalkan hoax, cacimaki, hinaan, kebohongan yang tidak pantas diucapkan," cuit @RustamIbrahim. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani