Netral English Netral Mandarin
04:00wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Merasa Jadi Korban Prank Jokowi Tiada Henti, Rizal Ramli: Berseri Bagaikan Seri TV 'Reality Show'

Kamis, 12-Agustus-2021 15:34

Rizal Ramli
Foto : Istimewa
Rizal Ramli
22

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ekonom Rizal Ramli merasa menjadi korban “prank” Jokowi yang tiada henti mulai dari soal mobil Esemka hingga wacana dana Rp11 ribu triliun  masuk Indonesia. 

“Pranks tiada henti, keasyikan, dibuat berseri bagaikan seri TV 'reality show' .. dibela dan di-besar2-kan oleh busseRP dan influenceRP. Korbannya bangsa kita..  Waktunya untuk Bangun, Bangkit, Benar-kan Indonesia,” kata Rizal Ramli, Kamis 12 Agustus 2021.

Seorang netizen bernama Bambang Supriyanto @Bambang08692079 ikut menanggapi. 

“Pak RR maaf kalo dari awal dari sejak masih walkot solo kemudian promo esemka di wawancarai metro tipu sudah ada pesanan 6000 unit. This person absolutely jerk.. Akan memanfaatkan apapun untuk obsesi nya. Big2 liar,” kata Bambang Supriyanto.

Sebelumnya dilansir Fajar.co, diberitakan bahwa banyak netizen kembali mengingat soal janji presiden Jokowi soal Rp11.000 triliun di luar negeri.

Pernyataan Jokowi itu disampaikan dalam acara sosialisasi program pengampunan pajak atau tax amnesty, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Senin (1/8/2016) silam.

Netizen menilai, ucapan itu sebagai prank dari Presiden.

Sebab Rp11.000 triliun itu hingga saat ini tidak terlihat wujudnya.

“Nah yang nipu Rp 2 triliun sudah diperiksa dengan tuduhan penghina terhadap negara. Lalu kapan pak Pol yang nipu Rp 11.000 triliun di kantongnya itu ditangkap? Bukankah dia itu nipu seluruh rakyat di negri ini? tulis akun twitter milik aktivis ProDemokrasi Nicho Silalahi di Twitter-nya, @Nicho_silalahi, Selasa (3/8).

“Apakah kalau Rp 2 triliun urusan Kapolda, maka Rp11.000 T urusan Kapolri? Kayaknya seperti itu Dinda,” tulis pegiat media sosial Don Adam @Donadam68.

“Sobat, hoax Rp2 triliun sudah ditangkap Polri. Bagaimana dengan hoax Rp11.000 triliun? hahaha, ” tulis aktivis 98, Haris, Rusly Moti@motizenchannel.

Kenapa namanya harus Akidi…? karena dia punya Rp 2 triliun. Naah kalau punya 11.000 triliun namanya Mukidi,” tulis akun @tengkufahnizar.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli